Monthly Archives: September 2016

RENUNGAN HARIAN PATER JULES CHEVALIER

Chevalier 2

26 SEPTEMBER

1864 P. Chevalier mengirim gubahannya “Rencana Tarekat Misionaris Hati Kudus” kepada Pater Leblanc SJ.
1882 Mary Ryan, postulant PBHK yang keenam, yang pertama dari Irlandia (seorang guru) tiba di Issoudun.
1889 Profesi kekal Ibu Marie-Louise Hartzer.
1908 Biara PBHK yang pertama di Swiss, di Fribourg.
1912 Kapitel Umum Suster MSC pertama di Hiltrup.
1967 Venezuela menjadi Regio MSC, dipercayakan kepada Propinsi Irlandia.
1982 Pater Yosef Tethool MSC dilantik menjadi Uskup Pembantu Amboina, ditahbiskan di Ambon.

Surat Kepada Catarina Volpicelli
Damai! Syukur kepada Allah. Tidak ada lagi revolusi dan perang yang memusnahkan Perancis.Masa depan Menjadi baik. Alangkah besarnya penderitaan yang dialami Perancis.
Issoudun selamat dari penyerbuan, berkat perlindungan Hati Yesus dan Bunda Hati Kudus. Semua kecamatan sekitarnya diduduki, kecuali kami. Musuh bergerak maju sampai lima kilometer, dekat gerbang kota kami, namun tidak masuk, sungguhpun penduduk Issoudun sudah mereka rencanakan sebelumnya.
Uskup Agung Bourges berjanji untuk datang berziarah ke arca Bunda Hati Kudus bersama dengan Organisasi Wanita Bourges, jikalau diosesnya selamat. Ternyata musuh tidak masuk. Mgr. akan memenuhi janjinya sesudah Paskah.

(Issoudun 28 Februari 1871)

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

TES KEPRIBADIAN BERDASAR GOLONGAN DARAH

Jenis-jenis-Golongan-darah

LENSAINDONESIA.COM: Darah manusia dibagi menjadi 4 golongan yaitu ; A, B, O dan AB. Keempat golongan tersebut memiliki keunikan dan karakteristik masing-masing. Seperti dilansir sciencedaily, Jepang lantas melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam mengenai sifat keempat golongan darah manusia.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa sifat golongan darah sebagai berikut:

GOLONGAN DARAH A
Orang-orang dengan golongan darah A di percaya memiliki sifat terorganisir, konsisten, sangat mudah bekerja sama tapi selalu cemas (terlalu perfeksionis) sehingga mudah membuat orang lain tidak suka.
Mereka juga diketahui memiliki ketenangan saat situasi kritis bahkan saat semua orang panik. Namun, mereka cenderung menghindari konfrontasi dan tidak nyaman di dekat orang yang tidak cocok.
Golongan darah A yang pemalu, cenderung sangat sopan. Tapi semua orang dengan golongan darah A memiliki kesamaan yaitu tidak pernah benar-benar merasa cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka lebih memilih untuk mengurus sendiri. Mereka termasuk orang-orang mendambakan kesuksesan dan perfeksionis.
Orang-orang bergolongan darah A juga sangat kreatif dan paling artistik dari semua tipe darah. Kemungkinan besar karena sensitivitas mereka. Orang dengan golongan darah A juga dianggap klasik karena mudah stres.
a.  Berkepala dingin, serius, sabar dan tenang.
b.  Mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya tetapi keras kepala.
c. Sebelum melakukan sesuatu orang bergolongan darah A biasanya memikirkannya        terlebih dahulu dan mempunyai perencanaan yang matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
d. Berusaha membuat diri mereka sewajar dan seideal mungkin.
e. Bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
f. Mencoba menekan perasaan mereka dan kelihatan tegar. Walaupun sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lemah seperti gugup dan lain sebagainya.
g. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang bertemperamen sama.

GOLONGAN DARAH B
Orang dengan darah tipe B berkarakter paling santai. Mereka cenderung kurang kooperatif karena lebih suka mengikuti aturan dan ide-ide mereka sendiri. Mereka adalah individualis. Memperhatikan pikiran mereka lebih sedikit daripada perasaan mereka.Oleh sebab itu terkadang tampak dingin dan serius. Orang dengan darah tipe B sering dianggap tidak konvensional daripada jenis golongan darah lainnya.
a. Pemilik golongan darah B ini suka penasaran dan tertarik terhadap segala hal baru.
b. Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobi. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
c. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
d. Ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal dan tidak mau hanya dianggap rata-rata. Cenderung melalaikan lain hal jika sedang terfokus pada satu hal. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan alias kurang bisa multi-tasking.
e. Terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias dari luar tetapi sebenarnya semuanya ternyata sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka.

GOLONGAN DARAH O
Orang dengan golongan darah O orang yang terbuka, enerjik dan sosial. Mereka yang paling fleksibel dibandingkan dengan semua golongan darah.
Mereka mudah memulai proyek tetapi sering mengalami kesulitan berikutnya karena mereka mudah menyerah. Mereka bertingkah dan tidak terlalu dapat diandalkan. Golongan darah O selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka.
Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Juga, orang dengan darah O sangat percaya diri.
a. Golongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Biasanya mereka berjiwa leadership sebagai seorang pemimpin.
b. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang
c. Apabila kesal terhadap seseorang, mereka susah marah terhadap orangnya langsung.
d. Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
e. Disukai oleh semua orang meski keras kepala dan secara rahasia mempunyai                 pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
f.  Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan gampang menerima hal-hal yang baru.
g.  Gampang di pengaruhi oleh orang lain dan lingkungan.
h. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati.

GOLONGAN DARAH AB
Orang dengan golongan darah AB sulit diprediksi. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu yang sama. Misalnya, mereka bisa pemalu dan bisa tiba-tiba sebaliknya. Mereka dengan mudah beralih dari satu berlawanan dengan yang lain.
Orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tetapi tidak dapat menangani terlalu banyak. Mereka tidak keberatan membantu asalkan kondisi mereka sendiri mampu. Orang dengan tipe darah ini tertarik dalam seni dan metafisika.
AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka hengkang dari pekerjaan ketika terdapat hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Dikenal sensitif dan ingin mendapat perhatian untuk mengimbangi kekurangan dari jenis darahnya.
Dalam beberapa kasus, sejumlah perusahaan mencoba membagi karyawan mereka kedalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok golongan darah AB.
a. Memiliki perasaan yang sensitif, lembut.
b. Penuh perhatian dan menjaga perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
c. Di samping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
d. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
e. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu panjang dan dalam.
f. Punya banyak teman, tapi membutuhkan waktu dan tempat untuk menyendiri dalam memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Bagaimana? Apakah penelitian yang dilakukan Jepang terhadap sifat dan karakteristik golongan darah sama dengan karakter dan sifat anda? @ann

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

RENUNGAN HARIAN PATER JULES CHEVALIER

Chevalier 2

25 SEPTEMBER

1869 Kapitel Umum MSC pertama memilih Pater Jules Chevalier menjadi General, dan sebagai asisten P. Piperon, P. Vandel, P. Bazire dan P. Guyot.

Surat Kepada (Santa) Catarina Volpicelli
Situasi kami semakin tidak membaik. Perang tetap berlanjut dan membawa kecelakaan semakin bertambah. Semua karya di Perancis dihentikan; cuaca kering memburuk dan mulai mengakibatkan musibah. Bagaimana nasib kami nanti?
Para MSC mulai menyebar dan mengungsi. Saya sendiri tidak akan keluar dari rumah kami; Saya akan tinggal tetap, biarpun harus mati di sini.Terima kasih banyak atas tawaran Ibu, tetapi saya tidak dapat menerimanya. Mengenai uang yang mau Ibu kirim, saya kuatir bahwa taka da jalan aman untuk sampai di sini, sebab situasi di Italia juga kacau.
Dan mengenai Bapa Suci kita apa yang terjadi? Kami tidak tahu karena tidak menerima berita lagi. Rupanya tentara Italia menyerbu kota Roma. Akan tetapi di mana Pius IX?
Jangan lupa mendoakan kami. Saya senantiasa berdoa untuk Ibu bersama para suster.

(Issoudun 25 September 1870)

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

HAPPY BIRTHDAY

roses-208980_960_720

Dalam kegembiraan dan syukur, kami ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada:

1. Sr. M. Ancilla Sukarti (14 Oktober)

2. Sr. M. Christien Sumiatsih (15 Oktober)

3. Sr. M.  Tarsisiana Supriyani (16 Oktober)

4. Sr. M.  Lucia Sri Wahyuni (18 Oktober)

5. Sr. M.  Welhelmina Maranresi (19 Oktober)

6. Sr. M. Corlisa Yanumby (20 Oktober)

7. Sr. M. Fransiska Tay (21 Oktober)

Semoga sukacita dan kegembiraan dalam Tuhan senantiasa mewarnai kehidupan para suster semua.

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 20 September 2016

pope francis
TIDAK ADA ALLAH PEPERANGAN; ALLAH ADALAH ALLAH PERDAMAIAN

(http://pope-at-mass.blogspot. co.id/2016/09/homili-paus- fransiskus-dalam-misa-20.html)

Bacaan Ekaristi : Ams. 21:1-6,10-13; Mzm. 119:1,27,30,34,35,44; Luk. 8:19-21

Dunia perlu berjalan “mengatasi perpecahan agama-agama”, dan merasa “malu” akan peperangan, tanpa menutup “telinga” terhadap jeritan mereka yang sedang menderita : itulah apa yang dikatakan Paus Fransiskus dalam homilinya selama Misa harian Selasa pagi 20 September 2016 di Casa Santa Marta, Vatikan. Bapa Suci berbicara hanya beberapa jam sebelum beliau berangkat ke Asisi, kota perbukitan Umbria, di mana beliau akan mengambil bagian dalam penutupan KTT internasional para pemimpin lintas agama untuk mendoakan perdamaian dunia. Pertemuan serupa pertama kali diadakan di Asisi atas prakarsa Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1986.

“Tidak ada dewa perang”. Perang, kebiadaban sebuah bom yang meledak, membunuh dan melukai orang-orang, dan memangkas bantuan kemanusiaan sehingga ia tidak bisa didapatkan oleh anak-anak, lansia, orang sakit, adalah karya unik “si jahat” yang “ingin membunuh semua orang”, kata Paus Fransiskus. Untuk ini, perlunya semua agama berdoa, bahkan menangis untuk perdamaian – bersatu dalam keyakinan bahwa “Allah adalah seorang Allah perdamaian”.

Pada awal homilinya, Paus Fransiskus mengamati, “hari ini, pria dan wanita dari semua agama, kami akan pergi ke Asisi – tidak untuk melakukan sebuah pertunjukan : hanya berdoa dan berdoa untuk perdamaian”. Beliau mengingat suratnya kepada seluruh uskup sedunia dan meminta mereka mengelola pertemuan doa pada hari ini, mengundang “orang-orang Katolik, orang-orang Kristen, orang-orang beriman serta semua pria dan wanita yang berkehendak baik, pria dan wanita agama apapun, untuk berdoa bagi perdamaian”, karena, beliau menegaskan, “dunia sedang berperang! Dunia sedang menderita!”

“Bacaan Pertama hari ini (Ams 21:1-6,10-13)”, lanjut Paus Fransiskus, “berakhir seperti ini : ‘Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru'. Jika sekarang kita menutup telinga kita bagi jeritan orang-orang ini yang sedang menderita pengeboman, yang menderita eksploitasi para pedagang senjata, mungkin jika itu terjadi pada kita, kita tidak akan didengar. Kita tidak bisa menutup telinga bagi jeritan kesakitan dari saudara dan saudari kita yang sedang menderita karena perang”.

“Kita tidak melihat” peperangan, Paus Fransiskus meneruskan. “Kita ditakut-takuti" oleh “beberapa aksi terorisme” tetapi “ini tidak ada hubungannya dengan apa yang sedang terjadi di negara-negara tersebut, di negeri-negeri tersebut di mana bom, siang dan malam, jatuh dan jatuh” dan “membunuh anak-anak, lansia, pria, wanita …”. “Jauhkah peperangan?” tanya Paus Fransiskus. “Tidak! Ia sangat dekat” karena “peperangan menggapai semua orang… peperangan dimulai di dalam hati”.

“Semoga Tuhan menganugerahkan kita kedamaian dalam hati kita”, Paus Fransiskus berdoa. Semoga Ia “mengenyahkan semua keinginan untuk keserakahan, ketamakan, untuk berseteru. Tidak! Perdamaian, perdamaian!”, Paus Fransiskus berseru lagi. Sehingga “hati kita merupakan hati seorang pria atau wanita perdamaian. Dan mengatasi perpecahan agama-agama : semua orang, semua orang, semua orang! Karena kita semua adalah anak-anak Allah. Dan Allah adalah Allah perdamaian. Tidak ada allah peperangan. Siapa yang membuat peperangan adalah jahat, Iblislah yang ingin membunuh semua orang”.

Menghadapi hal ini, tidak bisa ada perpecahan di antara agama-agama, Paus Fransiskus menegaskan. Tidaklah cukup hanya berterima kasih kepada Allah karena mungkin peperangan “tidak mempengaruhi kita”. Marilah kita bersyukur untuk hal ini, ya, tambah Paus Fransiskus, “tetapi kita juga harus memikirkan orang lain” yang sedang terkena olehnya.

Kita memikirkan hari ini tidak hanya tentang bom, orang-orang yang meninggal, orang-orang yang terluka; tetapi juga tentang orang-orang – anak-anak dan lansia – karena bagi mereka bantuan kemanusiaan belum tiba sehingga mereka bisa makan. Obat-obatan belum dapat tiba. Mereka lapar, sakit! Karena bom sedang mencegah bantuan yang harus mereka dapatkan. Dan, seraya kita berdoa hari ini, akan lebih baik jika kita semua merasa malu. Malu akan hal ini : manusia-manusia itu, saudara-saudara kita, mampu melakukan hal ini. Hari ini, hari doa, penebusan dosa, jeritan untuk perdamaian; hari untuk mendengar jeritan orang-orang miskin. Jeritan ini yang membuka hati untuk kasih sayang, untuk mengasihi dan menyelamatkan kita dari keegoisan.

(Peter Suriadi – Bogor, 20 September 2016)

Posted by: “Br. Yoanes FC” <bruderanygy@hotmail.com>

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

HAPPY BIRTHDAY

bunga-mawar (2)

Kami ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada:

01. Sr. M. Richarda Reyaan (01 September)

02. Sr. M. Editha da Ine Meluk (01 September)

03. Sr. M. Stephana Wakijah (07 September)

04. Sr. M. Tekla Ngoranratu (08 September)

05. Sr. M. Amanda Dwi Andyanti (08 September)

06. Sr. M. Assisia Suprihatin (09 September)

07. Sr. M. Emiliana Rumsory (09 September)

08. Sr. M. Lidwina Suprapti (10 September)

09. Sr. M. Margaretha Lermatin (14 September)

10. Sr. M. Kristina Kukdon (15 September)

11. Sr. M. Imelda Assimilasi (16 Setpember)

12. Sr. M. Francine Palit (16 September)

13. Sr. M. Albertine E. Purwatiningsih (17 September)

14. Sr. M. Violetha Kereh (20 September)

Semoga para suster senantiasa mengalami kebahagiaan dalam menjalani kehidupan setiap hari mewartakan kasih Allah di mana saja para suster berada.

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

HAPPY BIRTHDAY

Rangkaian-Bunga-Plastik-Red-Rose-BPR-14-300x205

 

Para suster yang terkasih, mohon dimaafkan. Ucapan selamat ulang tahun terakhir diberikan kepada Sr. Valentine Pawarrangan, berhubung dengan keterbatasan yang ada. Untuk itu kami ucapkan selamat ulang tahun (meski sudah lewat) kepada:

01. Sr. M.  Damiana Samsiyati (26 Agustus)

02. Sr. M. Monica Kaha (27 Agustus)

03. Sr. M. Fransisca Romana Suwarti (28 Agustus)

04. Sr. M. Lusiana Takerubun (28 Agustus)

05. Sr. M. Agusta Sada Wena (28 Agustus)

06. Sr. M. Zitta Kathalina Wula (28 Agustus)

07. Sr. M. Klara Puji Rahayu (29 Agustus)

08. Sr. M. Goretti Indra Sartika (30 Agustus)

Kami yakin, masing-masing komunitas dengan caranya masing-masing telah mendoakan para suster semua. Semoga para suster senantiasa mengalami kebahagiaan dalam menjalani kehidupan setiap hari.

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

SPIRITUALITAS MEDIOR

DSC_0312    DSC_0310

Pertemuan para suster medior di Jawa didampingi oleh Rm Paul Suparno SJ. Untuk gelombang I diadakan pada tanggal 26-28 Agustus 2016 dan gelombang II diadakan pada tanggal 2-4 September 2016. Kesempatan yang ada juga jadi saat yang pas untuk saling berbagi pengalaman dengan sharing bersama. Dengan gayanya yang khas, Rm Paul memaparkan materi seputar Spiritualitas Medior.

Hal pertama yang dibicarakan adalah menyadari keberadaan diri sebagai suster medior. Para peserta diajak untuk melihat Siapa aku orang medior? Hal ini penting untuk mengembalikan kesadaran masing-masing pribadi bahwa kita adalah pribadi yang diutus. Kita adalah orang yang diutus Yesus dalam Kongregasi.

Para medior adalah orang-orang yang dipercayakan untuk menjalankan perutusan Kongregasi, sekaligus yang bertanggungjawab mati hidupnya Kongregasi. Karena para Medior adalah tonggak dari Kongregasi. Salah satu tugas yang juga sangat penting adalah, para medior juga memiliki tugas untuk mencari uang demi kehidupan Kongregasi

Refleksi selanjutnya soal BAGAIMANA KITA MENJALANKAN PERUTUSAN ITU?

Masing-masing pribadi mendapat kesempatan untuk merenung sekaligus merefleksikan selama ini bagaimana tiap pribadi menjalankan tugas perutusan itu dengan bantuan pertanyaan:

  1. Apakah aku gembira?
  2. Apakah aku sedih dan frustrasi?
  3. Apakah yang membahagiakanku?
  4. Apa yang mengembangkanku?
  5. Apakah yang dapat aku syukuri?

Menarik sekali untuk direnungkan bersama, apakah setelah menjalankan perutusan yang dipercayakan kepada kita masing-masing sebagai medior, sungguhkah kita merasa gembira dan mau berbagi pengalaman iman dengan sesama saudari di komunitas, seperti yang diajarkan oleh para murid yang dikisahkan dalam Injil Lukas 10:17-20.

Para murid kembali setelah menjalankan perutusan memberikan laporan dengan menceritakan keberhasilan dan kegembiraan mereka. Yesus mengingatkan mereka sekaligus meneguhkan dengan berkata: “Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga” (Luk.10:20). Ini hanya bisa terjadi jika kita para medior sadar akan betapa pentingnya kesatuan kita dengan Tuhan (Yohanes 15:1-8).

Sumber tulisa asli: Materi Spiritualitas Medior

Rm Paul Suparno SJ

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut: