Our History

Chevalier 19

Pater Jules Chevalier MSC mendirikan Kongregasi Putri-Putri Bunda Hati Kudus di Issoudun, Perancis, pada 30 Agustus 1874.

Yakin bahwa obat penyembuh kemiskinan rohani zaman itu ditemukan dalam pengetahuan akan Tuhan dan cinta kasih-Nya yang tanpa syarat bagi setiap orang, yang diwahyukan dalam Hati Kristus, pada 1854 ia mendirikan Tarekat Misionaris Hati Kudus, suatu persekutuan para imam dan bruder yang akan menjadi rasul-rasul cinta kasih ini.

 Ia memandang Maria, Bunda Yesus, sebagai murid dan misionaris pertama cinta Sang Sabda yang menjadi manusia. Ia pun mendapat ilham untuk menghormatinya dan mengupayakan agar dia dihormati dengan gelar Bunda Hati Kudus. Oleh karena itu, ketika pada 1874 ia mendirikan Kongregasi para biarawati dengan karisma, spiritualitas dan tugas perutusan yang sama dengan para Misionaris Hati Kudus, ia menyebut mereka ‘‘Putri-Putri Bunda Hati Kudus’’, suatu nama yang dipandangnya sebagai suatu cara hidup.

Pada 8 Desember 1882 Marie Louise Hartzer menerima dari Pater Chevalier peran sebagai ibu rohani dan pemimpin dari Kongregasi muda ini. Dia, seorang wanita yang penuh iman, keberanian dan doa, serta dianugerahi hati tulus seorang manusia, dibimbing oleh Roh Kudus ke dalam keakraban mendalam dengan Hati Yesus, terutama dalam Ekaristi Kudus, dan ke dalam cinta membara kepada Bunda Hati Kudus.

Ibu Marie Louise, yang dibentuk dalam kehidupan kebiaraan oleh Pater Chevalier sendiri dan diresapi kerendahan hati dan kesederhanaan yang diperjuangkan beliau, menjadi ungkapan yang hidup dari cita-cita Pater Chevalier. Dengan setia ia meneruskan keinginan Pendiri agar semua Putri Bunda Hati Kudus menimba ilham dari nama mereka dan membiarkan diri, seperti Maria, diresapi oleh semangat Hati Kristus sehingga mereka dapat membagikan cinta ini kepada siapa saja yang berinteraksi dengan mereka.

Pater Chevalier yakin bahwa dengan mendirikan Kongregasi ini, sebagaimana ia mendirikan Tarekat Misionaris Hati Kudus, ia tidak memulai suatu karya yang semata-mata manusiawi, tetapi menanggapi suatu panggilan ilahi. Dengan keyakinan yang tak tergoyahkan ia bertahan meskipun meng-hadapi kesulitan-kesulitan yang nampaknya tak teratasi. Konstitusi awal, yang ditulisnya sendiri, merupakan ungkapan otentik dari apa yang dilihatnya sebagai rancangan-rancangan Allah bagi Kongregasi ini.

Pendiri kami mendorong para anggotanya untuk merangkul resiko misi tanpa batas. Saat ini, yang menjadi Pemimpin Umum Kongregasi kami adalah Sr. Marife Mendoza FDNSC.

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments