Category Archives: From us to us

SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 7

NB: Surat-surat Ibu Marie Louise kepada para susternya di daerah misi. Surat ini tidak bertanggal. Kemungkinan ditujukuan kepada para overste.

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Sampaikan dengan tegas kepada para suster anda atas namaku bahwa mereka adalah religius yang baik jika mereka sungguh-sungguh bertaat, sangat perwira dan amat rendah hati. Saya titik beratkan di sini, dan berharap pula bahwa andapun membina mereka ke arah ini. Ini sangat baik jika mereka bertekun, pastilah Tuhan Yang maha baik akan memberkati dan melindungi. Dialah yang mendampingi komunitas-komunitas kami di Belgia, demikian juga di Perancis dan terlebih Dia telah melindungi kita sampai saat ini. Itulah suatu bukti ke-maha rahiman-Nya. Masih banyak lagi yang lebih menderita dari pada kita. Bahkan ada beberapa Komunitas yang lenyap untuk selamanya disebabkan oleh kekacauan revolusi. Pernah kami jumpai para religius yang dise kularisir, yaitu para biarawan biarawati yang kembali ke dalam hidup pada masyarakat ramai. Jika suster-suster dapat memandang air mata dan mendengar keluhan mereka, maka pastilah mereka akan bersikap lebih perwira dan berterimakasih pada Sang Guru yang maha baik.

            Penderitaan moril dan fisik terjadi di seluruh Perancis. Betapa banyak panggilan yang “gagal”, betapa banyak jiwa yang tersesat. Betapa banyak religius yang sangat disayangkan, karena tak seorangpun yang dapat memberikan perlindungan, yang tak tahu bagaimana menegakkan kehidupan. Betapa banyak orang yang saat ini tanpa rumah tinggal, tanpa makan minum. Kecuali bila ada dermawan yang dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Memang Allah kita yang maha baik menguji kita dengan penderitaan. Memang kita layak mengalaminya. Orang bijak berpandangan bahwa taufan yang melanda Perancis ini “sangat baik”. Agar para religius yang tidak baik dapat dibedakan dari para religius yang baik. Namun memang disayangkan, bahwa bersama dengan gugurnya gandum yang jelek, gagal pula bulir gandum yang baik. Namun Tuhan kita yang maha baik mengenal mereka. Pasti mereka tidak akan diting galkan.

            Banyak biarawan/wati nampak lemah kehidupan- nya di dalam biara. Sehingga kita hendaknya menyadari mengapa kiranya Sang guru yang maha baik memberikan shock tersebut. Hendaklah kita senantiasa berwaspada dan hidup sebagai religius yang sejati. Banyak kudengar dan kusaksikan sendiri bahwa banyak di antara suster-suster kita (juga di antara anda) yang terlalu banyak memperhatikan diri sendiri. Ingin agar orang lain memperhatikannya. Mengenai kesehatan dan urusan lainnya, berbagilah beban dengan sederhana, tentang apa yang dibutuhkan. Namun hendaknya masing-masing tetap berusaha melupakan dirinya, tanpa menonjolkan diri, agar orang lain memperhatikannya. Itu hanyalah kesombongan diri dan sifat akuisme. Cinta diri yang pasti amat memuakkan Hati Kudus Yesus dan bagi siapa saja.

            Baru-baru juga ditulis oleh seorang Uskup  dari misi, bahwa sangat penting bagi para suster misi untuk bersikap dalam ketaatan yang membuta dan keperwiraan yang mendalam. Dalam mengatasi segalanya, hendaknya jangan sampai ada suatu perlawanan atau sikap menentang ketaatan. Apabila seseorang telah berakar, tumbuh dan berkembang dalam pandangan sendiri, sehingga melebihi kehendak atasan, maka itu merupakan suatu cinta diri yang sangat besar. Terlebih akan mengakibatkan rasa suam terhadap kebaikan. Hendaknya mereka praktekkan juga apa yang tercantum dalam konstitusi : Kami akan merasa bahagia, jika orang lain melebihi kami dalam hal ilmiah dan dalam matiraga. Akan tetapi janganlah relakan apabila orang lain melebihi kami dalam bertaat dan dalam penghayatan cinta kasih.        Namun ada di antara para suster yang bertaat dengan menjalankan suatu matiraga keras, umpamanya : tidak berbaju hangat, makan sedikit saja, bekerja jadi tanpa semangat dan lain sebagainya yang agak berlebihan dan menyelubungi cinta diri. Kepada Suster yang sedemikian itu saya anjurkan : Baik-baiklah berpakaian lengkap, cukuplah makan, tidurlah baik-baik dan ubahlah pandanganmu. Persembahkan kehendakmu secara utuh. Maka itu akan berkenan kepada Hati Kudus secara lipat ganda. Bertaat lebih utama dari pada persembahan. Bagi seorang Religius sejati, bertaat lebih diutamakan melebihi segala sesuatu. Ingatkah kamu akan ceritera tentang seorang Raja dalam Perjanjian Lama, yang ditolak persembahannya oleh Tuhan? (meskipun persembahan itu terdiri dari barang-barang berharga) Karena persembahan itu sangat berlawanan dengan ketaatan. Semuanya akan musnah dan tidak abadi. Juga jika kamu bekerja mengikuti kehendak pribadi tanpa menyesuaikan diri dengan kehendak atasanmu, yang adalah wakil dari Tuhan. Maka jelaslah kini bagimu bahwa oleh ketaatan, kamu akan lebih yakin dalam memenuhi kehendak Allah dari pada kamu harus bertaat pada seorang Malaikat ataupun suatu visium (penglihatan). Dengan melakukan matiraga yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, apalagi yang tidak sesuai dengan ketaatan mengakibatkan gagalnnya penghayatan panggilan yang benar. Itu merupakan jerat dari setan atau merupakan cinta diri. Ketaatan dan kerendahan hati menuntut dari kamu keadilan dalam melayani siapapun yang sedang sakit, tanpa mengistimewakan seorang dari yang lain.

            Jika seorang memiliki sedikit keperwiraan saja, maka siapapun akan diterimanya dengan kehendak yang baik. Meskipun ada pribadi yang  dipandang tidak menyenangkan (Justru pribadi itu memberikan kesem-patan kepada kita untuk menumbuhkan keutamaan dan rahmat) Bukankah Tuhan bersemayam pada diri fakir miskin dan orang kaya. Juga pada para pasien yang cengeng (yang disebabkan oleh penyakitnya) maupun pada pasien yang mudah dan menarik hati. Hendaknya semakin meningkatnya penyakit badani dan gangguan moril, semakin meningkat pula kerelaan Suster untuk mengusahakan kesembuhannya. Atas kebaikan  Tuhan kita dan Bunda Hati Kudus, telah memilih kami untuk melaksanakan karya cinta kasih yang luhur ini. Maka jangan sampai kiranya kita melupakan satu hal yaitu : selain merawat tubuhnya, terlebih lagi adalah memper-juangkan keselamatan jiwanya. Jiwa yang telah dibayar oleh Tuhan kita dengan darah-Nya, oleh Hati-Nya bersama dengan Bunda-Nya dan segala yang dimiliki-Nya. Maka saya berharap anak-anakku terkasih, agar dengan nasihat baik ini mempersiapkan hati dengan baik, untuk menyambut hari kelahiran Sang Juru Selamat. Karena setiap perbuatan kita yang sederhana sekalipun, akan dinyatakan oleh para Malaikat yang akan mendapatkan nilai abadi. Andai ada di antara kalian yang tidak mau memperbaiki diri, walaupun sudah banyak kekurangan yang dilihat oleh yang lain, maka janganlah kiranya ragu-ragu untuk mengirimnya kembali ke Issoudun dan akan segera kukirim penggantinya. Maka dia diharap akan menemukan jalan yang benar atau dikembalikan ke negaranya. Hal tersebut bukanlah merupakan kerugian. Kami tidak perlu merasa kekurangan panggilan karena tidak dapat menemukan pengganti orang yang kurang berkehendak baik dan taat itu. Suasana pengejaran tidak akan menghentikan rahmat Tuhan. Kita memiliki sepuluh postulan yang sedang menunggu panggilan untuk datang. Walau masa depan tampak gelap, namun mereka memiliki hati yang perwira, dan memohon agar mereka diijinkan datang untuk mempersembahkan diri sebagai kurban kepada Tuhan.

Satu hal lagi yang ingin saya katakan. Layanilah dengan sungguh jika ada permintaan kebutuhan untuk para Suster, walau hanya barang yang remeh, umpama untuk menyalakan api, lampu yang tidak menyala dan lain sebagainya. Para Overste tidak mungkin dibebani dengan perkara-perkara yang sepele yang semestinya bisa dikerjakan oleh masing-masing Suster sendiri. Karena jika tidak demikian maka seluruh tenaga dan waktunya akan tersita. Sedangkan masih banyak hal yang lebih penting yang terabaikan. Katakan pada mereka, hendaknya masing-masing melaksanakan tugasnya dan mene-kuninya. Hendaknya masing-masing menjaga kese-hatannya sebagai seorang yang sudah dewasa. Jika kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan panggilan, itu menjadi tanggungjawab masing-masing. Anda tidak mungkin membimbing mereka secara mendetail. Jangan biarkan sesuatu yang berlebihan yang tidak dapat diterima seorang religius. Bukan air mata, marah-marah, atau saling mempersalahkan mengenai hal-hal kecil. Kita membutuhkan pribadi-pribadi berakal budi dan berwatak sungguh-sungguh. Sekalipun itu semua dapat disertai dengan kegembiraan dan humor.

Semakin seseorang melupakan dirinya sendiri, maka ia akan lebih menarik dan ramah terhadap yang lain. Dan semakin lebih mencoba untuk selalu menyenangkan orang lain. Saya mengganggap perlu bahwa hal-hal ini anda sampaikan kepada para Suster supaya mereka semua menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, dan mendapat berkat dari atas. Tidak hanya untuk kami sendiri melainkan untuk seluruh Perancis agar mau bertobat.

TTDSr.  Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

MOMEN 24 JAM UNTUK TUHAN

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH 1 GAMBAR KERAHIMAN ALLAH

 

Allah selalu setia, hadir dan berjuang bersama kita. Belas Kasih-Nya yang Maharahim melimpah sepanjang waktu tanpa henti. Ia hadir dalam setiap nafas dan langkah hidup kita. Bukan hanya pada saat sukacita dan kenyamanan melimpah. Namun juga saat kita menderita, tersingkir, jatuh dalam dosa, hidup tanpa arah, terpuruk, tanpa harapan. Allah selalu setia, dalam seluruh suka duka hidup kita.

 Namun apakah kita juga selalu setia?

 Manusia diciptakan dalam Rahmat Kasih-Nya yang istimewa. Sesuai citra-Nya, namun tetap mempunyai kehendak bebas. Kehendak yang dapat menentukan sendiri, apa yang akan dipilihnya. Memilih apa yang akan dilakukannya waktu demi waktu…apa yang akan dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat.

Apakah kita juga akan memilih selalu hidup bersama Allah dalam 24 jam waktu kita? Disepanjang hidup kita?

 Momen ‘24 jam untuk Tuhan’ mendorong hidup kita selalu mengarah kepada Allah. Bertekun dalam doa, merenungkan Sabda, merayakan Ekaritsti dan menerima Sakramen Tobat, mohon dipantaskan mewartakan damai dan sukacita Injili.

 Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari:

  1. Mulailah setiap hari dengan ucapan syukur.

  2. Pilihlah perikop Kitab Suci yang menyentuh hati anda dan renungkanlah kebenaran Sabda-Nya . (Mis: Luk 4:16-19; Yoh 14:1-6; Luk. 15:1-32, Lihat daftar bacaan dalamZiarah Rohani 9 Gereja).

  3. Benamkanlah diri dalam Belas Kasih-Nya melalui Doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan. Serahkan hari itu dalam bimbingan Allah Tritunggal dan doa Bunda Maria.

  4. Sungguh indah, bila dapat menyatukan aktivitas hari itu, dengan persembahan Kristus sendiri dalam Perayaan Ekaristi.

  5. Perhatian setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Latihlah mata dan telinga batin kita melihat segala sesuatunya seperti Allah melihat, melihat segalanya dari mata Kehendak-Nya yang selalu baik, menyelamatkan.

  6. Berupaya melatih keheningan. Batin yang hening, selalu berusaha mendengarkan suara Tuhan dan membebaskan diri dari sibuknya pikiran sendiri atau pikiran lain yang berisik membujuk dan mengganggu. Sekalipun sibuk dalam rutinitas harian, batin selalu bersiap mengarahkan hati untuk mencari suara-Nya dan menutup telinga dari bujukan ‘si jahat’.

  7. Segera mohon ampun untuk dosa dan kesalahan kita. Baik bila dapat lebih sering melakukan silih tapa dan menerima Sakramen Tobat.

  8. Perhatikanlah juga, bahwa Allah pun hadir dalam seluruh ciptaan-Nya, dalam pribadi-pribadi di sekitar kita dengan segala keunikannya. Dengan kelebihan dan kelemahannya. Syukuri dan ampuni mereka, doakanlah dan kasihilah mereka.

  9. Tutuplah hati itu dengan pemeriksaan batin. Rasakanlah Belas Kasih-Nya yang Maharahim dalam setiap aktivitas anda hari itu. Bersyukur untk segala hal yang sudah terjadi. Jangan lupa untuk memohon ampun dan mohon Rahmat Allah untuk memperbaiki diri senantiasa.

  10. Mendoakan semua yang ingin kita doakan, termasuk keluarga, sahabat, semua yang kita temui hari itu, Gereja dan masyarakat, dunia dan alam lingkungan, terutama mereka yang kecil, lemah, tertindas, sakit, menderita, terlupakan, dan juga mereka yang telah mendahului kita. Dalam syukur tak henti, kita serahkan 24 jam hidup kita hanya bagi kemuliaan-Nya. Amin.

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

REFLEKSI GAMBAR LOGO KERAHIMAN ALLAH

REFLEKSI GAMBAR LOGO

 

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH 1

 

YESUS KRISTUS ADALAH WAJAH KERAHIMAN BAPA

(Gal. 4:4, Yoh.14:9, bdk Bulla Kerahiman Allah)

Bapa kami, Allah yang Mahapengasih,

syukur tak henti atas Belas Kasih-Mu yang melimpah tanpa batas. Engkau selalu berkenan hadir, berbelarasa, dan setia berjuang bersama kami di dunia ini. Pun disaat kami tergoda, hidup dalam dosa yang menyedihkan, Engkau tetap setia, berjuang menyelamatkan kami dan seluruh dunia.

hening…. renungkahlah Belas Kasih Allah Yang Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama.

Puncak Belas Kasih-Mu, Engkau nyatakan melalui Salib dan Kebangkitan Putera-Mu. Dengan lembut Engkau menggenggam erat, mengangkat kami dari keterpurukan. Dengan tatapan kasih-Mu, Engkau meneguhkan dan memulihkan setiap hati yang berserah percaya kepada-Mu, memerdekakan dan menyelamatkan setiap jiwa yang letih tak berdaya, jiwa yang ‘hilang dan tersesat’, terbelenggu dosa dan maut. Bapa kami, Allah yang Mahapengasih, ajarilah kami mengikuti teladan-Mu, mampu berbelarasa. Hidup dalam semangat memerdekakan dan menyelamatkan. Pun kepada mereka yang terlupakan dan kecil di mata dunia. Memberi cinta tanpa batas, tanpa memandang perbedaan. Bahkan juga kepada mereka yang membenci dan memusuhi.

hening… Renungkanlah Belas Kasih Allah Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama.

Ajarilah kami mampu menjadi bagian dan teladan hidup bermasyarakat sehari-hari. Mengamalkan Pancasila dalam sukacita Injili, nilai luhur yang membantu hidup keseharian dalam damai dan kasih persaudaraan sejati.

hening… Renungkanlah Belas Kasih Allah Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama

 

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH

BAPA YANG MURAH HATI

Lukas 15:11-32

Ya Allah Bapa, yang Maharahim. dengan kasih dan kerendahan hati yang tulus, kami bersujud di hadapan-Mu, memohon pengampunan-Mu.

hening…

Rennungkanlah semua kedosaan kita dan dengan rendah hati memohon Belas Kasih Allah yang Maharahim.

Melalui Pintu Kerahiman-Mu yang selalu terbuka lebar bagi yang sungguh bertobat, perkenankanlah kami masuk dan hidup berdiam dalam hadirat-Mu yang kudus. Pulihkan kami, layakkan kami untuk selalu setia menjadi anak-anak-Mu agar hidup dalam terang, damai dan dengan sukacita Injili mewartakan-Nya kepada semua.

hening…

Renungkanlah semua kedosaan kita melalui perbuatan, perkataan kita, dan dengan rendah hati memohon Belas Kasih Allah.

Dalam bimbingan Roh Kudus dan doa Bunda Gereja perkenankanlah kami menjadi rasul-rasul Kerahiman-Mu yang setia. Ajarilah kami mampu mengampuni dengan tulus, hidup berdamai, berbagi cinta tanpa batas, setia bertekun membangun Kerajaan-Mu yang Maharahim. Amin.

Diambil dari: Buku Panduan Rohani Keuskupan Agung Jakarta.

Diterbitkan oleh: Dewan Karya Pastoral KAJ

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

DOA TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta menerbitkan Buku Panduan Gerakan Rohani dalam rangka Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah. Saya mengutip beberapa panduan untuk mengisi Tahun penuh rahmat ini. Semoga bermanfaat…

DOA TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

Ya Allah, Engkaulah Bapa

yang penuh belas kasih

sekaligus ibu yang penuh kerahiman.

 Siapakah kami ini,

sehingga Yesus Putra-Mu rela berkorban

menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya

sampai wafat di kayu salib

untuk menebus dosa kami?

Kami adalah manusia yang rapuh dan hina,

tetapi Engkau selalu

mengasihi dan mengampuni kami.

 

Bagai anak hilang

yang telah pulang kembali

dengan hati yang hancur,

tetapi Engkau selalu menerima, mengampuni

bahkan merayakan dengan pesta sukacita.

 

Bagai hamba yang berhutang

sangat besar dan tak mampu membayar lagi,

tetapi Engkaulah Raja yang penuh belas kasih

yang memerdekakan semua hutang kami.

Rahmat belas kasih dan kerahiman-Mu

sungguh jauh lebih besar melampaui

kesalahan dan dosa kami.

 

Ya allah yang Maharahim

mampukan kami juga berbelaskasih

dan penuh pengampunan kepada sesama anggota keluarga,

lingkungan, Gereja, komunitas,

masyarakat dan negara kami.

 

Utuslah Roh Kudus-Mu

agar kami mampu mewujudkan syukur

dan sukacita iman kami

dengan semakin berbelarasa kepada sesama

terlebih yang lemah, miskin,

berkebutuhan khusus dan tersingkir

serta lingkungan hidup di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Bunda Maria Bunda kerahiman,

doakanalh kami putera dan puterimu

yang mudah jatuh dan jatuh lagi dalam goda dan dosa.

 

Bapa kami…

Salam Maria…

Kemuliaan….

Amin

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

 SURAT NO. 6

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 6 Mei 1903

Anak-anakku yang terkasih, apabila anda tidak menerima balasan atas surat-surat pribadi yang akhir-akhir ini telah aku terima, saya harap anda tidaklah kecewa. Sebab sebagian besar dari waktuku sangatlah dibutuhkan untuk memperhatikan banyak orang, karya serta segala urusannya. Kecuali itu beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada anda ada kaitannya bagi hal-hal yang umum. Jadi masing-masing anda tetap akan memetik maknanya.

Pertama-tama, jika terjadi perpindahan secara tiba-tiba di dalam komunitas di Sidney, hendaknya anda tidaklah heran. Dalam kehidupan berkomunitas hal tersebut adalah wajar. Hendaknya kita semua bersiap sedia menerima segala perpindahan yang dibutuhkan oleh pimpinan. Hati Kudus Yesus akan menganugerahkan rahmat penerangan istimewa kepada kita. Dari lain sisi bagi para anggota yang tidak menerima rahmat penerangan tersebut, hendaknya menahan diri & tidak berprasangka/melancarkan tuduhan mengenai segala perbuatan dan sikap pembesar. Hendaknya sebagai seorang religius yang baik, tidaklah menjadi permasalahan untuk tinggal di suatu komunitas manapun juga. Bersikaplah baik dalam menerima apapun  dari overste. Hanya demi kehendak Sang Guru Illahi yang dipandangnya pada segala sesuatu. Hendaknya memandang diri Tuhan pada diri seorang overste siapapun dia. Maka dengan demikian, betapa tinggi taraf ketaatan itu. Betapa sungguh sikap hormatnya. Betapa besar cinta kasih itu dihayati di dalam Komunitas.         Anda dipandang memiliki semangat yang baik. Saya berharap agar andapun dapat mempertahankan nama baik itu dengan menunjukkan sikap hormat terhadap overste baru yang berkehendak baik demi kebaikan anda. Cintailah dia dan jangan sampai terpengaruh untuk menentangnya.

Anak-anakku terkasih, bersatulah erat-erat dengan overste dan ringankan beban tugasnya. Jika demikian sikap anda, pastilah Bunda Surgawi, Bunda Hati Kudus akan memberkati anda. Maka yakinlah bahwa oleh karenanya anda menjadi berkat surgawi atas kongergasi kita yang tercinta ini yang sangat membutuhkannya. Terutama di masa-masa sulit sebagaimana yang kami alami. Anda tidak mungkin dapat membayangkan betapa ganas pengejaran-pengejaran terjadi di Perancis seba gaimana penderitaan yang dialami oleh para religius, baik wanita maupun pria. Namun bagi kami, Tuhan tetaplah maha baik di antara segala macam kesulitan. Hendaknya kita selalu bersyukur kepada-Nya dan hendaklah kitapun banyak berdoa dan mem berikan pemulihan oleh cara kita. Yaitu dengan banyak kali menyambut komuni Kudus dan perwira dalam berkurban. Hendaknya sebanyak mungkin juga berbuat baik di lingkungan anda. Maka dengan demikian anda memberikan penghiburan kepada Hati Kudus Yesus dan Maria.

            Aku memeluk anda sekalian terutama yang muda di antara anda. Yang lain tidak akan menjadi iri bukan? Karena kanak-kanak selalu lebih mendapat perhatian.

  

 TTD

Sr. Marie Louise

 

 

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 5

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 01 Februari 1899

Anak-anakku terkasih, berhubung saya berhasrat untuk menghubungi anda dalam kebahagiaan yang sempurna, sekurang-kurangnya hal tersebut tercapai di dunia ini. Maka perlulah kiranya suatu saat saya sampaikan juga beberapa petunjuk sederhana. Jika hal ini diperhatikan, anda pasti dapat menerimanya sebagai masukan demi kebahagiaan anda.

            Sejak kedatangan anda di daerah misi tercinta itulah, masing-masing di antara anda akan menyatakan kebenaran atas pesanku sebelum keberangkatan anda. Yaitu bahwa penderitaan badaniah, menurut nilainya, jauh kurang berarti jika dibandingkan dengan penderitaan moral. Untuk lebih memperjelas kata-kataku ini, maka kutegaskan bahwa penderitaan badaniah dan kurban tidaklah seberapa jika dibanding dengan penderitaan yang disebabkan oleh perbedaan watak. Teriknya matahari dan adanya penyakit akan menambah beratnya kesulitan.

            Akan tetapi puteri-puteriku yang terkasih, hanya anda sendirilah yang akan dapat meringankan beratnya tekanan salib tersebut. Masing-masing hendaknya selalu bersedia untuk saling mengalah, serta memandang dirinya sekecil mungkin dalam mengharapkan penghargaan. Masing-masing juga hendaknya menciptakan suasana batin sedemikian hingga tetap menganggap diri yang kecil dan hina. Janganlah memikirkan bahwa diri lebih dari pada orang lain. Sebaliknya bahwa apa yang ada dalam diri orang lain itulah yang baik.  Usahakanlah selalu bersikap penuh cinta seorang terhadap yang lain. Kalian memanglah para suster pada Tuhan Yesus. Maka layaklah untuk hidup benar sesuai dengan artinya.

            Jika selalu demikian, betapa indah dan bahagia kehidupan misi itu terjadi. Maka hendaknya, kesatuan selalu diperjuangkan di antara kalian. Terutama di antara anak didikmu dan waspadalah. Jangan sampai yang seorang mengijinkan sesuatu, sedangkan hal tersebut telah dilarang oleh yang lain. Dalam hal perbedaan ini, anak didik akan peka melihatnya. Sikap yang saling bertentangan itulah mengikis kewibawaan yang seharus nya selalu diciptakan di antara anak didik itu. Maka justru demi alasan terakhirlah maka anda sekalian perlu selalu memperjuangkan kesatuan.

Jagalah dengan saksama anak-anak di waktu mereka tidur, selama mereka berjalan-jalan dan di mana pun. Pada prinsipnya, di sanalah letak tugas dan kuwa- jiban anda. Dengan sendirinya anda diharapkan tidak berbuat yang menyimpang ketika menjalankan tugas di tengah anak-anak. Bukanlah merupakan penghamburan waktu percuma, ketika anda menjalankan tugas sebagai “Malaikat pelindung” bagi anak-anak di antara dunia / masyarakat kecil ini. Sadarlah kiranya bahwa Hati Kudus akan meminta pertanggungjawaban atas anak-anak tersebut. Allahpun akan bersabda kepada anda seperti juga ketika Ia bersabda kepada Kain : “Apakah kiranya yang telah kau lakukan terhadap adikmu Abil?” Lalu seandainya telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bahwa seorang di antara anak-anak itu membuat kesalahan yang seharusnya bisa dicegah oleh kewas- padaan anda, maka jawaban manakah yang akan kita sampaikan kepada Allah?

Hendaklah selalu waspada dan amat berhati-hati atas sikap dan perbuatan anda di antara anak-anak. Maka, betapa banyak pahala yang akan anda terima. Terlebih lagi betapa besar yang akan anda terima dari usaha anda ini demi hari depan dan demi kehidupan kekal. Yaitu apabila anda dengan sempurna memenuhi tugas yang memang tidaklah mudah untuk dilaksanakan ini.

            Maka kini aku ingin menyampaikan kepada anda, semoga anda dianugerahi kesehatan yang baik dan kesalehan sejati. Mengenai hal yang terakhir ini, semoga Bunda Hati Kudus, Santo Yusuf dan Malaikat pelindung anda yang baik, akan membantu anda dalam memperjuangkannya. Selamat jalan anak-anakku yang terkasih.

Yang mengasihi anda dalam Hati Kudus

 

TTD

Sr. Marie Louise

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO.4

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.
Issoudun, 12 Maret 1898
Anak-anakku terkasih, Tuhan sedang mencobai anda. Pada hari-hari terakhir Tuhan mencobai anda dengan macam-macam penyakit. Namun menurut surat anda yang terakhir, nampak juga bahwa anda telah sembuh kembali. Akan tetapi bukankah kiranya penyakit– penyakit itu acap kali merupakan suatu isyarat dari Tuhan yang maha baik agar berwaspada dan agar anda selalu berjaga untuk menghadap ke hadirat Allah. Untuk memberikan pertanggungjawaban kepada Allah mengenai seluruh hidup anda. Maka, sedemikian rupa hingga pada setiap hari seakan merupakan hari yang terakhir. Pastilah anda akan hidup sabagai Puteri Bunda Hati Kudus yang sejati dan bagaikan mempelai setia kepada Kristus. Tahukah anda kiranya apa yang dapat menenteramkan hati pada detik–detik terakhir di dunia ini? Baiklah kiranya agar anda sekalian, besar maupun kecil : hanya demi berkenan kepada Tuhan sajalah yang anda perjuangkan. Maka atas kesalahan-kesalahan semua suster bersama dan masing-masing, hendaklah anda berusaha memejamkan mata agar dapat memusatkan perhatian atas kesalahan diri sendiri. Tuhanlah akan mengampuni anda sebagaimana anda telah mengampuni sesama anda. Jika anda telah memaafkan kekurangan sesama dan berbaik hati sungguh-sungguh kepada sesama, penuh perhatian atas mereka, maka Tuhan-pun akan memaafkan dan akan menerima-Nya penuh cinta kasih pada detik kematian anda akan tiba. Akan tetapi, jika anda berkeras hati terhadap beberapa suster dan beranggapan dirinya lebih baik dari sesama dan menganggap sepi, juga memandang rendah terhadap mereka, serta bertindak tanpa cinta, tanpa berbelas kasih, Tuhanpun akan bertindak tegas terhadap anda, tanpa melewatkan satu kekuranganpun yang telah anda lakukan.
Dalam hal inilah semua bergantung pada anda. Hendaklah selalu waspada demi mencegah kesalahan atau noda terhadap keutamaan cinta kasih yang merupakan kesayangan Hati Kudus Yesus. “Cintailah sesamamu sabagaimana Aku telah mencintai kamu” Perhatikanlah dengan sungguh kata-kata tersebut dan bertanyalah pada dirimu sendiri, apakah hal tersebut telah anda hayati dan amalkan dengan kesungguhan hati? Jika jawaban yang anda temukan sungguh menentramkan hati, maka pantaslah anda bersenang hati. Jaminan surgawi bisa dipastikan. Sehingga andapun bisa menghargai Sang Maha Guru Illahi. Andapun akan merasa bahagia beserta orang–orang di sekitar anda. Namun jika yang ditemukan berbalikan dengan hal itu, maka kehidupan itu akan terasa bagai neraka bagi anda dan bagi sesama anda juga.
Untuk mengarah ke kesatuan ini, hendaknya anda dengan cermat memusnahkan segala macam kelihaian mengadu. Berusahalah membahagiakan diri demi kebahagiaan sesama suster, bagaikan kebahagiaan milik anda sendiri. Sebagai wujud ikut serta dan melibatkan diri dalam penderitaan-Nya. Pendek kata, hiduplah sebagai suster sejati, meskipun ada perbedaan negara, bahasa ataupun watak. Bukankah kita semua merupakan Putri Bunda Hati Kudus? Bukankah bagi kita semua surga merupakan tanah air kita yang sejati? Apakah kiranya masih perlu membedakan antara Perancis, Belgia, Nederland, Jerman dll? Setiap orang pasti memiliki cinta pada negara dalam lubuk hatinya yang berakar mendalam bagi tanah air masing-masing. Namun kita harus waspada dalam membicarakannya di tempat umum. Karena kita masing-masing mencintai negara dan menganggapnya lebih dari yang lain. Jika tidak demikian halnya, maka pasti akan menimbulkan teguran dan kasak-kusuk kecil yang menyinggung hati. Perbantahan kata akan berakhir dengan pelanggaran cinta kasih yang mendalam. Maka hendaknya hal tersebut kita hindari, agar kelak dapat terbentuk satu keluarga dan satu hati dalam Hati Kudus Yesus.
Masih banyak hal yang bisa menjadi sumber kesalahan yang merupakan pelanggaran cinta kasih. Yaitu ketika kita mengabaikan peraturan silensium. Memanglah hal tersebut tidak dapat dihindarkan ketika kita di luar rumah induk. Yaitu bagi kita yang sebagian besar waktu harus berbicara dengan anak didik. Namun janganlah kiranya kita melanggar silensium itu tanpa guna di antara kita. Apabila anda tidak pernah tertib dalam hal ini, maka sering akan dialami bahwa jika ada penderitaan terhadap seseorang, maka akan ada seseorang yang pergi dan membicarakan penderitaan itu kepada orang lain. Sehingga terjadilah suatu percakapan yang ditambah ini dan itu lalu berakhir dengan suatu kritik terhadap atasan. Maka apa yang akan terjadi kemudian? Pastilah anda semua bisa menebaknya sendiri. Namun jika silensium sedemikian dipelihara sehingga lidahpun tertahan juga, maka penderitaan-penderitaan masih sempat untuk diredakan. Serta cinta kasihpun tidak akan dilanggar. Maka overste tidak lagi menjadi sasaran kritik. Bahkan lebih dari pada itu, siapakah dapat menyadari betapa banyak rahmat terhamburkan karena mengikuti dan memuaskan dorongan nafsu kodrati dari pada mengharapkan rahmat yang berbicara dalam hati kita dan yang mampu mengaruniakan perdamaian dalam hati kita. Oleh karena itu bersetialah pada peraturan anda. Hendaknya rendah hati, penuh cinta kasih dan saling menaruh perhatian ; bertaatlah dengan sempurna. Pandanglah Tuhan dalam diri overste anda. Maka Hati Kudus akan memberkati kehendak baik anda. Dan selanjutnya akan membantu anda menjadi suci untuk menyucikan orang lain juga. Janganlah hal ini dilupakan, bahwa anda mampu berbuat baik hanyalah sejauh anda memiliki semangat Tuhan kita. Asalkan anda dapat berkata dengan sungguh : Kehidupanku tidak akan melebihi kemampuanku. Namun Kristuslah hidup. Jika anda tidak memiliki semangat tersebut maka janganlah mencari-cari alasan, jika tidak tercapai sukses. Saya anjurkan lagi pada anda agar berbakti pula kepada para Malaikat pelindung, Santo Yusuf dan para jiwa di api penyucian. Pada merekalah anda secara istimewa menemukan perlindungan yang akan membantu anda di jalan menuju kesempurnaan.
Selamat jalan anak-anakku terkasih. Semoga Hati Kudus Yesus berkenan menyerahkan berkat-Nya yang istimewa.

TTD Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

HOW GRAND IT CAN BE

739046a7ievddrrm

How grand it can be
Now that I finally know
You have always loved me

I bear the scars of a troubled past
Some are scars that can’t be seen
They are tough, sort of like a cast
That doesn’t let you breathe

I carry these scars around with me
Only I know that they are there
They don’t represent who I want to be
And it doesn’t mean I don’t care

These are scars of a particular kind
A memory I want to shed
I pray with these souls in mind
Each night before I go off to bed

They are of children I never knew
They weren’t even given a chance
Oh my God, what did I do?
It didn’t seem harmful at first glance

I pray for your divine mercy to come in
To my soul and into my heart
Without you I know I can’t win
And I’m asking for a new start

Set these souls free to fly with you
With your son Jesus and his Mother
This is what I need you to do
So that I may discover

The forgiveness you bestow
How grand it can be
Now that I finally know
You have always loved me

by francine bregio

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 3

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Isoudun, 22 Agustus 1897

Hari Raya Maria Tak Bernoda

Anak-anakku yang terkasih, saya yakin bahwa anda merasa senang mengharapkan para Suster baru, untuk ambil bagian dalam karya Nieuw-Guenie yang kecil itu sehingga berkembang. Maka sebaiknya pula bahwa kesatuan diantara andapun harus meningkat pula dan menjadi semakin kokoh. Hal ini merupakan keprihatinanku yang kini harus aku katakan kepada anda.

Pada kesempatan-kesempatan lain telah saya dengar, bahwa ada di antara anda yang berseteru dengan Muder Liguorie. Umpamanya: yang seharusnya memberikan bantuan kepadanya dan hiburan, oleh beberapa suster diberikan kritik atas karya dan wibawanya. Sampai ada beberapa suster demikian berani menyatakan dirinya, bahwa mereka saya tugaskan untuk melaporkan segalanya kepadaku mengenai perbuatan Muder Liguorie.
Hal semacam itulah tidak pernah terjadi dan belum pernah juga saya pikirkan. Kepada para suster yang lain, terutama yang sekarang akan berangkat, telah saya katakan, bahwa mereka boleh menulis surat tertutup kepadaku, untuk memberikan laporan mengenai pekerjaan masing-masing. Akan tetapi saya tidak pernah memberikan tugas kepada siapapun untuk mengintai kewibawaan dan kelakuan para pembesar. Maka dengan ini bagi mereka yang merasa diri ditugaskan dalam ini adalah perbuatan salah besar. Saya selalu menghargai dan menganjurkan untuk menaruh hormat atas kewibawaan dan rasa bergantung pada pembesar.
Maka terjadilah suatu kesalahan besar pada mereka yang tidak mengakui petunjuk tersebut dan menjauhkan diri dari overste; yang mereka lakukan adalah karya setan dengan menaburkan perpecahan dan pemisahan kelompok, antara para suster yang seharusnya menghayati karya Allah yang merupakan tujuan kehadiran mereka di tempat tersebut. Silahkan mereka itu membuat refleksi atas kelakuan masing-masing. Maka pasti akan didapatkan oleh mereka, bahwa dengan merefleksikan sifatnya itu, maka akan ditemukan dasarnya ialah kesombongan, dengki dan gila hormat. Hendaknya berwaspadalah dan perjuangkan untuk melawan segala kecenderungan tersebut. Karena jika hal tersebut tidak dilaksanakan oleh mereka, maka akan dikhawatirkan sekali atas nasib mereka.
Kejahatan itu harus dibongkar sama sekali sebelum akarnya bercokol dalam. Mulailah saja dengan wirawan dalam karya, sehingga anda menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang suci. Sayapun akan memohon kepada beliau untuk memberkati anda.

TTD
Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 2

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 07 Juli 1897

Anak-anakku terkasih, berhubung saya tidak memiliki waktu untuk melayangkan sepatah katapun, tidak juga secarik surat untuk ditujukan kepada anda pribadi, maka sebagai penggantinya saya tuliskan surat umum ini. Hendaknya ini akan berguna juga.
Dalam keputusan yang telah diambil mengenai perpindahan para overste, hendaklah anda yakin akan kehendak Tuhan dalam hal ini. Maka diharapkan anda akan mudah dan rela menerima overste baru. Hendaknya tidak timbul persoalan di antara anda. Baik Suster ini maupun itu yang diangkat menjadi atasan bagi anda. Sejak detik pengangkatannya menjadi overste, maka dia juga mendapat rahmat jabatannya untuk memimpin. Lagipula Hati Kudus Yesus akan membantunya secara istimewa.
Hendaklah anda sekalian cukup membaktikan diri kepada overste yang baru dengan penuh hormat. Tuhanlah saja yang harus kita pandang padanya sebagaimana pada semuanya yang berwibawa bagi anda. Dengan pandangan inilah maka ketaatan itu akan dirasa ringan, jika didasari oleh Iman.
Selanjutnya hendaknya anda penuh perhatian terhadap overste pendahulu anda. Kita wajib bersikap demikian terhadapnya, berhubung ia telah mengabdikan dirinya kepada misi dan demi kesejahteraan misi pula. Terlebih atas kebaikan yang ia buat bagi anda secara pribadi. Hendaknya kita selalu menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang benar dan berakar pada kerendahan hati, ketaatan dan sikap berserah dengan sungguh-sungguh. Dari dalam Tabernakel, Yesus akan memandang dengan senyum manisnya atas segala perjuangan kita. Maka di dunia inipun Ia akan mengganjar usaha anda dengan damai dan kegembiraan melimpah dalam hati, sambil dinanti-Nya saat untuk menganugerahkan kepada anda balasannya yang melimpah dari Surga.
Selamat jalan anak-anakku terkasih. Semoga Hati Kudus Yesus berkenan memberkati anda, sebagaimana aku berharap bagi anda.

TTD
Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
« Older Entries Recent Entries »