Category Archives: From us to us

SURAT DARI GENERALAT

marie mendoza 1

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi dimana – mana!

Casa Generalizia della Congregazione                                                                              

Figlie di Nostra Signora del Sacro Cuore

Via del Casale di S Pio V, 37 00165 Roma Italia

Tel: (39) 06 6603 1017 Fax: (39) 06 662 8793

 

February , 2016

Para suster ytk

“Rahmat dan damai  dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus bersama kalian.” (Fil. 1:2)

Saya menulis surat  ini  bertepatan dengan saat  penutupan Hari Hidup Bakti. Saya berharap bahwa dipenghujung  tahun ini, tahun yang dikhususkan untuk kaum Hidup bakti, kita dapat berkata sekali lagi  dengan keyakinan mendalam – “…Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus lah yang hidup  di dalam diriku. Dan Hidup yang sekarang kuhidupi di dalam daging  adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah  yang telah mengasihi aku dan menyerahkan  diriNya untuk aku.” (Gal 2:20)

Salah satu dari banyak berkat  dengan tinggal di Roma adalah mempunyai banyak kesempatan untuk menghadiri  perayaan – perayaan penting di Vatikan. Empat hari  yang lewat,  dari tanggal 28 Januari – 2 Februari, Sr Madeleine, Sr.Laurentia dan Sr.  Elly, mendapat kesempatan  istimewa untuk menghadiri  pertemuan internasional para religius pria dan wanita dari seluruh dunia. Pertemuan ini  mengambil  tema “Consecrated Life in Unity/Hidup Bakti dalam kesatuan.” Para peserta  yang terdiri dari kurang lebih  5000 religius ini mendapat kesempatan untuk Audiensi dengan Bapa Suci Fransiskus. Saya ingin berbagi dengan kalian tentang garis besar  pidato Bapa Paus.

Hal ini akan bermanfaat untuk digunakan sebagai doa dan bahan refleksi  baik  pribadi maupun  komunitas. Bapa Franssikus  menjelaskan  bahwa tindakan hidup bakti  Anda kepada Tuhan bukan berarti melarang diri kita masuk  ke dalam dunia untuk hidup nyaman. Namun kita harus mendekati/menjangkau   mereka baik  yang  beriman maupun yang tak beriman.  “Jadilah Kaum Hidup Bakti!” Baktikan dirimu  agar bisa menjangkau dan memahami  kehidupan orang – orang baik Kristiani maupun non kristiani, baik  dalam penderitaan, permasalahan maupun dalam  banyak hal lain  yang hanya dapat kamu pahami jika hidupmu dibaktikan   bagi “sesama.”

Beliau  memperingatkan terhadap ‘kerusakan’ yang dapat disebabkan oleh gosip. Dia meminta kita untuk tidak memasukkan diri  ke dalam godaan untuk menjelekkan sesama dan memberi kita tip/resep  ketika hal itu terjadi.

Jika Anda ingin mengatakan sesuatu terhadap saudara atau saudari, atau meluncurkan ‘ sebuah bom gosip’ … Gigitlah lidah Anda! Kuat – kuat.”

Paus memperingatkan sebuah praktik yang terjadi ketika anggota kongregasi mulai berusia lanjut; dalam upaya untuk tetap relevan mereka menerima anggota baru dengan menerapkan kriteria yang tidak benar. “Beberapa Kongregasi  melakukan eksperimen dengan ‘inseminasi buatan.” “Apa yang mereka lakukan? Mereka menerima siapa saja. Mereka mengatakan, ‘Ya, datang, datang.” Dan kemudian muncul masalah dari dalam. Hal ini harus dipahami secara serius. “Paus Fransiskus mengakhiri pembicaraannya dengan berterima kasih kepada semua religius  pria dan wanita  atas komitmen dan dedikasi mereka.

“Saya ingin menekankan kepada para religius  yang dikuduskan … bagaimana  Gereja  tanpa biarawati?”  Di banyak negara saat ini, untuk mengatakan “Saya seorang Kristen” merupakan sebuah kejahatan yang bisa mengakibatkan  hukuman mati. Kita melihat penganiayaan terhadap orang  Kristen di media sehari-hari. Paus Franciskus menyebutnya sebagai “perang dunia ketiga, melancarkan sepotong makanan … bentuk pembantaian.” Menurut perkiraan terpercaya, lebih dari 200 juta orang Kristen di 60 negara di seluruh dunia menghadapi beberapa bentuk pembatasan terhadap iman mereka. (L’Osservatore Romano, 15 Januari 2016) Setiap Hari kita melihat gambar /tayangan memilukan. Saya yakin kita masing-masing mendengar suara yang lembut  di hati kita, “Apa yang kamu lakukan untuk mereka?”

Kapitel Umum kita  ke 19 merekomendasikan bahwa “kita melihat  kebutuhan – kebutuhan  orang-orang di sekitar kita, _ dan dengan belas kasih dan kelembutan, menjangkau dan menyembuhkan mereka yang paling rentan di tengah-tengah kita.” Kita diundang untuk membuka mata kita, untuk melihat dunia dengan pikiran terbuka, _ melihat peristiwa melalui mata orang-orang yang menderita. Kita perlu kerendahan hati dan keberanian untuk melihat apa yang tidak relevan lagi dalam cara kita berpikir dan melakukan sesuatu serta terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Mengingat bahwa kita sedang menghadapi masalah global, adalah penting bahwa kita bekerja sama dengan orang lain, bekerja sama dengan kongregasi – kongregasi  lain dan awam. Kita tidak bisa melakukannya sendiri. Sekarang, lebih dari sebelumnya, kita dipanggil untuk “memiliki solidaritas Antar Kongregasi” karena kita yang telah menanggapi panggilan Allah untuk mengikuti Yesus dalam hidup religius adalah semua “penabur” di ladang Tuhan; Allahlah yang membuat benih tumbuh.

Sebagaimana kita memperingati hari wafat Ibu Marie Louise, yang ke 108, mari kita mengenang kembali bahwa dia telah mengalami banyak cobaan dan  penganiayaan. Mari kita, sekali lagi, mendengarkan kata-katanya dan  menyelami imanya yang mendalam  serta keberaniannya.

“Tahun yang baru saja berakhir telah menjadi salah satu cobaan dan penganiayaan … Tapi kita tidak dapat begitu saja merasa  puas atau  hanya  meratapi dan  menangisi situasi … Sekarang demi semua jiwa diperlukan api semangat seperti  St Theresa, St  Fransiskus Xaverius dan Verius. Maka mari kita berjuang, janganlah surut…..menghadapi pengorbanan dan penghinaan. Betapa kita akan menyesal jika pada saat kematian, kita harus mengatakan: Saya  memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan cinta saya kepada Yesus dan Maria, namun  saya  lebih memilih mencintai diri sendiri, kemauan saya sendiri, kemudahan saya sendiri … Marilah kita bangkit dari sikap mati suri in,  lamban/lesu berjalan di  jalan pengorbanan. Dan memberi kesempatan pada  orang-orang yang bersemangat  menjadi lebih bersemangat…. “(Ibu Marie Louise Hartzer: Surat Her, # 164)

Bersama-sama, marilah kita bersyukur kepada Allah atas karunia yang berharga yaitu  panggilan kita, dan  marilah kita berusaha untuk tetap setia pada komitmen dan misi : Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana !

Semoga Bunda Hati Kudus mendampingi kita disaat  kita  berusaha untuk “mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:21)

Marife Mendoza fdnsc

Bersama Dewan

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 10

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 12 September 1905

Anak-anakku terkasih, sebagaimana aku tidak mampu mengunjungi anda secara perorangan, sebagaimana para Suster di Belgia, maka secara Rohaniah saya ingin ada di lingkungan anda untuk sekedar menyampaikan, betapa sering pikiran ku melayang kepada anda. Maka aku bersembah sujud di hadapan Sakramen Maha Kudus dan Bunda Hati Kudus. Sebagai bukti, bahwa kami tidak melupakan anda, maka kini kami angkat kembali keputusan bagi Muder Liguori sebagai Overste sejak 1905.

            Beliau pribadi yang baik dan berpasrah. Pasti beliaupun kini akan berbuat baik pula terhadap anda, dan barangkali juga akan lebih baik lagi. Karena beliau tampak lebih meningkat dalam kesalehan dan persatuan kepada Tuhan Yesus dan Maria. Sehingga beliaupun akan lebih menghantar anda kepada Tuhan.

            Maka dari itu anak-anakku terkasih, hendaklah anda menyatu dengannya dan taat berhubung dengan tugasnya sebagai Overste merupakan beban yang cukup berat. Hendaknya anda meringankan tugasnya itu dengan ketatan, kerendahan hati, berpasrah dan cinta kepadanya. Karena kerendahan dan cinta kasih merupakan keutamaan yang tiada hentinya untuk dipupuk dan dikembangkan.

            Cintailah sesamamu bagaikan saudaramu sejati. Maka Tuhan Yesus dan Bunda Hati Kudus akan memberkati anda dan  jika anda inginkan juga agar diturunkan berkat dari surga untuk Kongregasi kita yang kecil dan bagi Perancis yang malang itu. Memanglah, betapa besar dibutuhkan sekarang akan jiwa-jiwa yang perwira yang memberi silih & pemulihan. Betapa banyaklah kini jiwa yang demikian perwira untuk memberikan silih atas sedemikian banyak kejahatan yang kini telah menduduki sebagian besar dunia kita ini. Yang pasti akan menyebabkan siksaan bagi Tuhan. Betapa sering terjadi dosa-dosa, pelanggaran sakrilegi dan penghinaan terhadap patung Bunda kita dan Hati Kudus terlebih lagi pada salib. Betapa mengerikan kebencian terhadap agama. Betapa dahsyat kelicikan setan dalam memperjuangkan siksa bagi jiwa-jiwa terutama di antara anak-anak.

            Maka sebaliknya, hendaklah kita semakin rajin dalam perjuangan untuk segala kebaikan sebagaimana orang lain rajin berbuat jahat. Hendaklah kalian berjuang dengan kurban dan doa kita. Agar banyaklah jiwa kami rengkuh kembali dari kekuasaan setan.

            Mengenai kami, bagaikan seekor burung yang hinggap di ranting yang tidak tahu menahu dengan pasti : akan menetap di Issoudun atau tidak. Namun kami tetap berkanjang pada Hati Kudus Yesus, Maria dan Santo Yusuf yang pasti tidak akan meninggalkan kami. Marilah kita semakin menyucikan diri, maka Sang Guru Illahi akan memperjuangkan selebihnya.

            Doakanlah saya banyak-banyak, anakku yang terkasih. Sebagaimana akupun mendoakan anda dan selalu percaya akan bakti kebundaan dalam Hati Kudus Yesus.

 

TTD

Sr. Marie Louise

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 9

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 31 Agustus 1905

Berhubung anda telah menulis surat kepadaku dalam bahasa Perancis yang bagus itu, maka tak ada salahnya aku membalas dengan bahasa yang sama, yang bagikupun lebih mudah pula. Jika aku masih muda seperti anda semua, pasti akupun bersedia mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam. Namun itu sudah terlambat bagiku. Aku harus menerima pengetahuan yang aku miliki. Daya ingatan kalian yang baik hendaknya digunakan sebaik mungkin untuk memahami bahasa Perancis sampai mendalam. Karena di manapun kalian berada, bahasa tersebut akan menguntungkan anda. Syukurlah Sr. M. Sebastian bersedia membantu anda untuk menterjemahkan surat itu ke dalam bahasa Perancis dengan baik. Juga Muder M. Jeanet pasti akan membantu menterjemahkan surat ini. Saya percayakan atas kebaikan di antara kalian yang akan bersedia menterjemahkan surat ini ke dalam bahasa Inggris. Kemudian mengirimkannya kepada para Suster di Botany Bowral, Berma, Boravile dan Mathuina.

            Berhubung anda sekalian menyampaikan harapan secara rukun bersama-sama, maka ada bagusnya bagiku untuk  menyampaikan rasa terimakasihku kepada anda kalian secara umum pula. Sungguh amat baiklah saling rukun menyatakan perbuatan kasih. Maka itulah hiburan bagiku, karena menyadari bahwa kalian sungguh bersatu, sehati sejiwa dalam Hati Kudus Yesus dan Maria. Pandang lah pula perhatian yang lembut dari Penyelenggaraan Illahi.

            Surat anda saya terima hari ini, bertepatan berkumpulnya para Suster dari Thuin dan Tongre pada hari pestaku. Mereka tidak bisa merayakannya pada minggu yang lalu. Dengan demikian sampailah harapan-harapan baik dari anak-anakku yang baik dari Australia. Bersamaan dengan putri-putri terkasih dari Belgia yang sangat menyenangkan hatiku. Di sinilah berkumpul banyak Suster pada sore hari yang sangat meng-gembirakan dengan menyaksikan semangat kegembiraan dan suasana senang dalam pergaulan persaudaraan di antara para Suster kita. Betapa baik dan senangnya hidup bersama sebagai saudara.

            Semoga semangat inilah bagi anda yang senantiasa diperjuangkan. Jika anda berharap menjadi pengantin Yesus dengan setia dan menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang sejati. Maka berkat surgawi akan turun atas Kongergasi kita yang tercinta, yang wajib anda cintai sebagai Bunda.

            Semoga para Overste tetap berbaik hati dan kuat dalam kehendak. Sedangkan para Suster  diharapkan juga selalu bertaat dan berbakti secara pasrah. Hendaknya masing-masing dan bersama menjalankan segala dalam semangat silih dalam persatuan dengan Yesus dan Maria.

            Saya sangat senang sekali membaca keistimewaan-keistimewaan yang ditulis oleh Sr. M. Bertran mengenai berdirinya lembaga di Matinna. Saya sampaikan banyak terimakasih. Betapa pula besar terimakasih kita atas perlindungan yang mengagumkan dan kami terima dari Bunda Hati Kudus dan St. Yusuf yang dengan nyata kami saksikan di manapun. Demikian juga dengan para jiwa di api penyucian yang ada dalam perlindungan mereka. Maka kitapun wajib meringankan derita mereka. Jika kalian persoalkan tentang pengejaran yang sedang terjadi, tentang perampasan Basilik kita yang tersayang, beserta rumah para Pater dan biara kita. Namun bersyukurlah, kita selalu berada di dalam perlindungan tangan Tuhan Yesus dan Maria. Tuhan Yesus dan Marialah yang melepaskan kita dari bahaya. Seluruh kepercayaan kita tercurah kepada mereka.

            Di Belgia ini, kita mendapatkan nafkah atas dasar jerih payah dan seluruh keringat kita. Namun kita tidak pernah berkeluh kesah. Kemiskinan suci harus dipilih mengatasi segala yang berlebihan, dan karya harus melebihi kemalasan.

            Hendaklah kita bekerja dengan perwira, di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan kita yang maha baik. Maka sampai kekal kami akan merasa tenteram. Meskipun kita masih jauh dari kerajaan-Nya, kita tidak akan dirugikan dalam hal paling kita butuhkan. Sebagaimana telah diceritakannya, maka oleh St Yusuf diperjuangkan melebihi yang kita minta. Oleh karena itu hendaklah kita menghayati hidup pasrah. Yang lebih dahulu dicari adalah Kerajaan Allah beserta segala unsur yang baik. Maka yang lain-lain akan ditambahkan-Nya kepada kami. Semoga yang kami cita-citakan ialah menghayati hidup untuk Tuhan Yesus di dalam Sakramen Maha Kudus, seturut teladan St Perawan Maria tak Bernoda. Tanpa takut menghadapi segala macam korban dalam usaha kami untuk memperjuangkan jiwa-jiwa demi Dia. Ya demi setiap jiwa sejauh itu memungkinkan.

            Selamat jalan anak-anakku terkasih. Saya sampaikan harapan-harapan baik dari para Suster di Eropa. Dan mohon didoakan bagi mereka dan bagiku. Sungguh ini kami butuhkan. Anda semua kami rangkul dalam cinta kebundaan.

TTD Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

 SURAT NO. 8

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

31 Desember 1904

Anak-anakku terkasih, kuucapkan selamat tahun baru. Walau banyak pekerjaan namun aku akan membalas surat-surat anda. Terimakasih atas doa anda. Kami memang sangat membutuhkan terlebih pada masa-masa sulit dan pengejaran. Marilah kita banyak-banyak saling men-doakan. Doa, sambut komuni dan pembaktian pada Bunda kita akan lebih menguatkan dalam pengabdian kita kepada Sang Guru Yang Baik. Kamipun senantiasa didampinginya, supaya dengan sempurna kita dapat  melaksanakan tugas-tugas kita.

            Allah kita yang maha baik, seakan meluluh lantakkan pohon religius kita sedemikian oleh pengejaran. Maksudnya adalah, agar “buah yang terlampau masak atau yang pesakitan” berjatuhan. Yang dikehendaki hanyalah Religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Jadi bukanlah Religius yang setengah-setengah, yang penuh cinta diri, terlalu berperasaan dan mudah ter-singgung dan selalu seperti anak-anak. Tidak sesuatupun diperuntukkan bagi sesamanya, selalu mencari-cari kemungkinan untuk hidup enak di dalam biaranya, melebihi rumahnya semula. Tanpa kehendak untuk mengurbankan diri dalam sesuatu dan hanya selalu berjuang untuk kehendaknya.

            Hal-hal tersebut sangatlah memuakkan-Nya dan akan dihukum-Nya pula. Memang jika anda ingin menjadi pengantin-pengantin-Nya yang setia dan Para Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, maka kita ikuti jejak-jejak mereka. yaitu religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Hendaknya kita tiru mereka dalam kemis-kinan, kerendahan hati, ketaatan, penyangkalan diri, cinta kasih dan suka berkorban.

            Hendaklah rela berkorban dan bersemangat ber-juang untuk mencapai tempat yang sudah disediakan dalam kehidupan abadi. Untuk mencapainya tidak ada jalan lain kecuali dengan menjalankan kewajiban dalam ketaatan. Marilah kita melaksanakan tugas dengan kerelaan hati. Ingatlah bahwa tahun 1905 adalah tahun penghormatan bagi Hati Kudus Yesus dan Bunda Hati Kudus. Sang Guru Illahi telah mengaruniakan rahmat-Nya dan melindungi panggilan suci kita. Agar kita boleh mempersembahkan hiburan dan silih kepada-Nya oleh keperwiraan kita.

            Itulah saja yang saya harapkan anak-anakku terkasih. Perjuangkanlah itu semua. Maka semua akan berjalan dengan sendirinya. Marilah kita serahkan kepada pendampingan Allah dan Bunda Hati Kudus.

            Saya merangkul anda dengan cinta kebundaan dalam Hati Kudus Yesus.

 

TTD

Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 7

NB: Surat-surat Ibu Marie Louise kepada para susternya di daerah misi. Surat ini tidak bertanggal. Kemungkinan ditujukuan kepada para overste.

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Sampaikan dengan tegas kepada para suster anda atas namaku bahwa mereka adalah religius yang baik jika mereka sungguh-sungguh bertaat, sangat perwira dan amat rendah hati. Saya titik beratkan di sini, dan berharap pula bahwa andapun membina mereka ke arah ini. Ini sangat baik jika mereka bertekun, pastilah Tuhan Yang maha baik akan memberkati dan melindungi. Dialah yang mendampingi komunitas-komunitas kami di Belgia, demikian juga di Perancis dan terlebih Dia telah melindungi kita sampai saat ini. Itulah suatu bukti ke-maha rahiman-Nya. Masih banyak lagi yang lebih menderita dari pada kita. Bahkan ada beberapa Komunitas yang lenyap untuk selamanya disebabkan oleh kekacauan revolusi. Pernah kami jumpai para religius yang dise kularisir, yaitu para biarawan biarawati yang kembali ke dalam hidup pada masyarakat ramai. Jika suster-suster dapat memandang air mata dan mendengar keluhan mereka, maka pastilah mereka akan bersikap lebih perwira dan berterimakasih pada Sang Guru yang maha baik.

            Penderitaan moril dan fisik terjadi di seluruh Perancis. Betapa banyak panggilan yang “gagal”, betapa banyak jiwa yang tersesat. Betapa banyak religius yang sangat disayangkan, karena tak seorangpun yang dapat memberikan perlindungan, yang tak tahu bagaimana menegakkan kehidupan. Betapa banyak orang yang saat ini tanpa rumah tinggal, tanpa makan minum. Kecuali bila ada dermawan yang dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Memang Allah kita yang maha baik menguji kita dengan penderitaan. Memang kita layak mengalaminya. Orang bijak berpandangan bahwa taufan yang melanda Perancis ini “sangat baik”. Agar para religius yang tidak baik dapat dibedakan dari para religius yang baik. Namun memang disayangkan, bahwa bersama dengan gugurnya gandum yang jelek, gagal pula bulir gandum yang baik. Namun Tuhan kita yang maha baik mengenal mereka. Pasti mereka tidak akan diting galkan.

            Banyak biarawan/wati nampak lemah kehidupan- nya di dalam biara. Sehingga kita hendaknya menyadari mengapa kiranya Sang guru yang maha baik memberikan shock tersebut. Hendaklah kita senantiasa berwaspada dan hidup sebagai religius yang sejati. Banyak kudengar dan kusaksikan sendiri bahwa banyak di antara suster-suster kita (juga di antara anda) yang terlalu banyak memperhatikan diri sendiri. Ingin agar orang lain memperhatikannya. Mengenai kesehatan dan urusan lainnya, berbagilah beban dengan sederhana, tentang apa yang dibutuhkan. Namun hendaknya masing-masing tetap berusaha melupakan dirinya, tanpa menonjolkan diri, agar orang lain memperhatikannya. Itu hanyalah kesombongan diri dan sifat akuisme. Cinta diri yang pasti amat memuakkan Hati Kudus Yesus dan bagi siapa saja.

            Baru-baru juga ditulis oleh seorang Uskup  dari misi, bahwa sangat penting bagi para suster misi untuk bersikap dalam ketaatan yang membuta dan keperwiraan yang mendalam. Dalam mengatasi segalanya, hendaknya jangan sampai ada suatu perlawanan atau sikap menentang ketaatan. Apabila seseorang telah berakar, tumbuh dan berkembang dalam pandangan sendiri, sehingga melebihi kehendak atasan, maka itu merupakan suatu cinta diri yang sangat besar. Terlebih akan mengakibatkan rasa suam terhadap kebaikan. Hendaknya mereka praktekkan juga apa yang tercantum dalam konstitusi : Kami akan merasa bahagia, jika orang lain melebihi kami dalam hal ilmiah dan dalam matiraga. Akan tetapi janganlah relakan apabila orang lain melebihi kami dalam bertaat dan dalam penghayatan cinta kasih.        Namun ada di antara para suster yang bertaat dengan menjalankan suatu matiraga keras, umpamanya : tidak berbaju hangat, makan sedikit saja, bekerja jadi tanpa semangat dan lain sebagainya yang agak berlebihan dan menyelubungi cinta diri. Kepada Suster yang sedemikian itu saya anjurkan : Baik-baiklah berpakaian lengkap, cukuplah makan, tidurlah baik-baik dan ubahlah pandanganmu. Persembahkan kehendakmu secara utuh. Maka itu akan berkenan kepada Hati Kudus secara lipat ganda. Bertaat lebih utama dari pada persembahan. Bagi seorang Religius sejati, bertaat lebih diutamakan melebihi segala sesuatu. Ingatkah kamu akan ceritera tentang seorang Raja dalam Perjanjian Lama, yang ditolak persembahannya oleh Tuhan? (meskipun persembahan itu terdiri dari barang-barang berharga) Karena persembahan itu sangat berlawanan dengan ketaatan. Semuanya akan musnah dan tidak abadi. Juga jika kamu bekerja mengikuti kehendak pribadi tanpa menyesuaikan diri dengan kehendak atasanmu, yang adalah wakil dari Tuhan. Maka jelaslah kini bagimu bahwa oleh ketaatan, kamu akan lebih yakin dalam memenuhi kehendak Allah dari pada kamu harus bertaat pada seorang Malaikat ataupun suatu visium (penglihatan). Dengan melakukan matiraga yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, apalagi yang tidak sesuai dengan ketaatan mengakibatkan gagalnnya penghayatan panggilan yang benar. Itu merupakan jerat dari setan atau merupakan cinta diri. Ketaatan dan kerendahan hati menuntut dari kamu keadilan dalam melayani siapapun yang sedang sakit, tanpa mengistimewakan seorang dari yang lain.

            Jika seorang memiliki sedikit keperwiraan saja, maka siapapun akan diterimanya dengan kehendak yang baik. Meskipun ada pribadi yang  dipandang tidak menyenangkan (Justru pribadi itu memberikan kesem-patan kepada kita untuk menumbuhkan keutamaan dan rahmat) Bukankah Tuhan bersemayam pada diri fakir miskin dan orang kaya. Juga pada para pasien yang cengeng (yang disebabkan oleh penyakitnya) maupun pada pasien yang mudah dan menarik hati. Hendaknya semakin meningkatnya penyakit badani dan gangguan moril, semakin meningkat pula kerelaan Suster untuk mengusahakan kesembuhannya. Atas kebaikan  Tuhan kita dan Bunda Hati Kudus, telah memilih kami untuk melaksanakan karya cinta kasih yang luhur ini. Maka jangan sampai kiranya kita melupakan satu hal yaitu : selain merawat tubuhnya, terlebih lagi adalah memper-juangkan keselamatan jiwanya. Jiwa yang telah dibayar oleh Tuhan kita dengan darah-Nya, oleh Hati-Nya bersama dengan Bunda-Nya dan segala yang dimiliki-Nya. Maka saya berharap anak-anakku terkasih, agar dengan nasihat baik ini mempersiapkan hati dengan baik, untuk menyambut hari kelahiran Sang Juru Selamat. Karena setiap perbuatan kita yang sederhana sekalipun, akan dinyatakan oleh para Malaikat yang akan mendapatkan nilai abadi. Andai ada di antara kalian yang tidak mau memperbaiki diri, walaupun sudah banyak kekurangan yang dilihat oleh yang lain, maka janganlah kiranya ragu-ragu untuk mengirimnya kembali ke Issoudun dan akan segera kukirim penggantinya. Maka dia diharap akan menemukan jalan yang benar atau dikembalikan ke negaranya. Hal tersebut bukanlah merupakan kerugian. Kami tidak perlu merasa kekurangan panggilan karena tidak dapat menemukan pengganti orang yang kurang berkehendak baik dan taat itu. Suasana pengejaran tidak akan menghentikan rahmat Tuhan. Kita memiliki sepuluh postulan yang sedang menunggu panggilan untuk datang. Walau masa depan tampak gelap, namun mereka memiliki hati yang perwira, dan memohon agar mereka diijinkan datang untuk mempersembahkan diri sebagai kurban kepada Tuhan.

Satu hal lagi yang ingin saya katakan. Layanilah dengan sungguh jika ada permintaan kebutuhan untuk para Suster, walau hanya barang yang remeh, umpama untuk menyalakan api, lampu yang tidak menyala dan lain sebagainya. Para Overste tidak mungkin dibebani dengan perkara-perkara yang sepele yang semestinya bisa dikerjakan oleh masing-masing Suster sendiri. Karena jika tidak demikian maka seluruh tenaga dan waktunya akan tersita. Sedangkan masih banyak hal yang lebih penting yang terabaikan. Katakan pada mereka, hendaknya masing-masing melaksanakan tugasnya dan mene-kuninya. Hendaknya masing-masing menjaga kese-hatannya sebagai seorang yang sudah dewasa. Jika kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan panggilan, itu menjadi tanggungjawab masing-masing. Anda tidak mungkin membimbing mereka secara mendetail. Jangan biarkan sesuatu yang berlebihan yang tidak dapat diterima seorang religius. Bukan air mata, marah-marah, atau saling mempersalahkan mengenai hal-hal kecil. Kita membutuhkan pribadi-pribadi berakal budi dan berwatak sungguh-sungguh. Sekalipun itu semua dapat disertai dengan kegembiraan dan humor.

Semakin seseorang melupakan dirinya sendiri, maka ia akan lebih menarik dan ramah terhadap yang lain. Dan semakin lebih mencoba untuk selalu menyenangkan orang lain. Saya mengganggap perlu bahwa hal-hal ini anda sampaikan kepada para Suster supaya mereka semua menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, dan mendapat berkat dari atas. Tidak hanya untuk kami sendiri melainkan untuk seluruh Perancis agar mau bertobat.

TTDSr.  Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MOMEN 24 JAM UNTUK TUHAN

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH 1 GAMBAR KERAHIMAN ALLAH

 

Allah selalu setia, hadir dan berjuang bersama kita. Belas Kasih-Nya yang Maharahim melimpah sepanjang waktu tanpa henti. Ia hadir dalam setiap nafas dan langkah hidup kita. Bukan hanya pada saat sukacita dan kenyamanan melimpah. Namun juga saat kita menderita, tersingkir, jatuh dalam dosa, hidup tanpa arah, terpuruk, tanpa harapan. Allah selalu setia, dalam seluruh suka duka hidup kita.

 Namun apakah kita juga selalu setia?

 Manusia diciptakan dalam Rahmat Kasih-Nya yang istimewa. Sesuai citra-Nya, namun tetap mempunyai kehendak bebas. Kehendak yang dapat menentukan sendiri, apa yang akan dipilihnya. Memilih apa yang akan dilakukannya waktu demi waktu…apa yang akan dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat.

Apakah kita juga akan memilih selalu hidup bersama Allah dalam 24 jam waktu kita? Disepanjang hidup kita?

 Momen ‘24 jam untuk Tuhan’ mendorong hidup kita selalu mengarah kepada Allah. Bertekun dalam doa, merenungkan Sabda, merayakan Ekaritsti dan menerima Sakramen Tobat, mohon dipantaskan mewartakan damai dan sukacita Injili.

 Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari:

  1. Mulailah setiap hari dengan ucapan syukur.

  2. Pilihlah perikop Kitab Suci yang menyentuh hati anda dan renungkanlah kebenaran Sabda-Nya . (Mis: Luk 4:16-19; Yoh 14:1-6; Luk. 15:1-32, Lihat daftar bacaan dalamZiarah Rohani 9 Gereja).

  3. Benamkanlah diri dalam Belas Kasih-Nya melalui Doa Bapa Kami, Salam Maria dan Kemuliaan. Serahkan hari itu dalam bimbingan Allah Tritunggal dan doa Bunda Maria.

  4. Sungguh indah, bila dapat menyatukan aktivitas hari itu, dengan persembahan Kristus sendiri dalam Perayaan Ekaristi.

  5. Perhatian setiap pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Latihlah mata dan telinga batin kita melihat segala sesuatunya seperti Allah melihat, melihat segalanya dari mata Kehendak-Nya yang selalu baik, menyelamatkan.

  6. Berupaya melatih keheningan. Batin yang hening, selalu berusaha mendengarkan suara Tuhan dan membebaskan diri dari sibuknya pikiran sendiri atau pikiran lain yang berisik membujuk dan mengganggu. Sekalipun sibuk dalam rutinitas harian, batin selalu bersiap mengarahkan hati untuk mencari suara-Nya dan menutup telinga dari bujukan ‘si jahat’.

  7. Segera mohon ampun untuk dosa dan kesalahan kita. Baik bila dapat lebih sering melakukan silih tapa dan menerima Sakramen Tobat.

  8. Perhatikanlah juga, bahwa Allah pun hadir dalam seluruh ciptaan-Nya, dalam pribadi-pribadi di sekitar kita dengan segala keunikannya. Dengan kelebihan dan kelemahannya. Syukuri dan ampuni mereka, doakanlah dan kasihilah mereka.

  9. Tutuplah hati itu dengan pemeriksaan batin. Rasakanlah Belas Kasih-Nya yang Maharahim dalam setiap aktivitas anda hari itu. Bersyukur untk segala hal yang sudah terjadi. Jangan lupa untuk memohon ampun dan mohon Rahmat Allah untuk memperbaiki diri senantiasa.

  10. Mendoakan semua yang ingin kita doakan, termasuk keluarga, sahabat, semua yang kita temui hari itu, Gereja dan masyarakat, dunia dan alam lingkungan, terutama mereka yang kecil, lemah, tertindas, sakit, menderita, terlupakan, dan juga mereka yang telah mendahului kita. Dalam syukur tak henti, kita serahkan 24 jam hidup kita hanya bagi kemuliaan-Nya. Amin.

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

REFLEKSI GAMBAR LOGO KERAHIMAN ALLAH

REFLEKSI GAMBAR LOGO

 

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH 1

 

YESUS KRISTUS ADALAH WAJAH KERAHIMAN BAPA

(Gal. 4:4, Yoh.14:9, bdk Bulla Kerahiman Allah)

Bapa kami, Allah yang Mahapengasih,

syukur tak henti atas Belas Kasih-Mu yang melimpah tanpa batas. Engkau selalu berkenan hadir, berbelarasa, dan setia berjuang bersama kami di dunia ini. Pun disaat kami tergoda, hidup dalam dosa yang menyedihkan, Engkau tetap setia, berjuang menyelamatkan kami dan seluruh dunia.

hening…. renungkahlah Belas Kasih Allah Yang Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama.

Puncak Belas Kasih-Mu, Engkau nyatakan melalui Salib dan Kebangkitan Putera-Mu. Dengan lembut Engkau menggenggam erat, mengangkat kami dari keterpurukan. Dengan tatapan kasih-Mu, Engkau meneguhkan dan memulihkan setiap hati yang berserah percaya kepada-Mu, memerdekakan dan menyelamatkan setiap jiwa yang letih tak berdaya, jiwa yang ‘hilang dan tersesat’, terbelenggu dosa dan maut. Bapa kami, Allah yang Mahapengasih, ajarilah kami mengikuti teladan-Mu, mampu berbelarasa. Hidup dalam semangat memerdekakan dan menyelamatkan. Pun kepada mereka yang terlupakan dan kecil di mata dunia. Memberi cinta tanpa batas, tanpa memandang perbedaan. Bahkan juga kepada mereka yang membenci dan memusuhi.

hening… Renungkanlah Belas Kasih Allah Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama.

Ajarilah kami mampu menjadi bagian dan teladan hidup bermasyarakat sehari-hari. Mengamalkan Pancasila dalam sukacita Injili, nilai luhur yang membantu hidup keseharian dalam damai dan kasih persaudaraan sejati.

hening… Renungkanlah Belas Kasih Allah Maharahim yang dihadirkan melalui gambar logo pertama

 

GAMBAR KERAHIMAN ALLAH

BAPA YANG MURAH HATI

Lukas 15:11-32

Ya Allah Bapa, yang Maharahim. dengan kasih dan kerendahan hati yang tulus, kami bersujud di hadapan-Mu, memohon pengampunan-Mu.

hening…

Rennungkanlah semua kedosaan kita dan dengan rendah hati memohon Belas Kasih Allah yang Maharahim.

Melalui Pintu Kerahiman-Mu yang selalu terbuka lebar bagi yang sungguh bertobat, perkenankanlah kami masuk dan hidup berdiam dalam hadirat-Mu yang kudus. Pulihkan kami, layakkan kami untuk selalu setia menjadi anak-anak-Mu agar hidup dalam terang, damai dan dengan sukacita Injili mewartakan-Nya kepada semua.

hening…

Renungkanlah semua kedosaan kita melalui perbuatan, perkataan kita, dan dengan rendah hati memohon Belas Kasih Allah.

Dalam bimbingan Roh Kudus dan doa Bunda Gereja perkenankanlah kami menjadi rasul-rasul Kerahiman-Mu yang setia. Ajarilah kami mampu mengampuni dengan tulus, hidup berdamai, berbagi cinta tanpa batas, setia bertekun membangun Kerajaan-Mu yang Maharahim. Amin.

Diambil dari: Buku Panduan Rohani Keuskupan Agung Jakarta.

Diterbitkan oleh: Dewan Karya Pastoral KAJ

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

DOA TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta menerbitkan Buku Panduan Gerakan Rohani dalam rangka Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah. Saya mengutip beberapa panduan untuk mengisi Tahun penuh rahmat ini. Semoga bermanfaat…

DOA TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

Ya Allah, Engkaulah Bapa

yang penuh belas kasih

sekaligus ibu yang penuh kerahiman.

 Siapakah kami ini,

sehingga Yesus Putra-Mu rela berkorban

menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya

sampai wafat di kayu salib

untuk menebus dosa kami?

Kami adalah manusia yang rapuh dan hina,

tetapi Engkau selalu

mengasihi dan mengampuni kami.

 

Bagai anak hilang

yang telah pulang kembali

dengan hati yang hancur,

tetapi Engkau selalu menerima, mengampuni

bahkan merayakan dengan pesta sukacita.

 

Bagai hamba yang berhutang

sangat besar dan tak mampu membayar lagi,

tetapi Engkaulah Raja yang penuh belas kasih

yang memerdekakan semua hutang kami.

Rahmat belas kasih dan kerahiman-Mu

sungguh jauh lebih besar melampaui

kesalahan dan dosa kami.

 

Ya allah yang Maharahim

mampukan kami juga berbelaskasih

dan penuh pengampunan kepada sesama anggota keluarga,

lingkungan, Gereja, komunitas,

masyarakat dan negara kami.

 

Utuslah Roh Kudus-Mu

agar kami mampu mewujudkan syukur

dan sukacita iman kami

dengan semakin berbelarasa kepada sesama

terlebih yang lemah, miskin,

berkebutuhan khusus dan tersingkir

serta lingkungan hidup di Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Bunda Maria Bunda kerahiman,

doakanalh kami putera dan puterimu

yang mudah jatuh dan jatuh lagi dalam goda dan dosa.

 

Bapa kami…

Salam Maria…

Kemuliaan….

Amin

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

 SURAT NO. 6

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 6 Mei 1903

Anak-anakku yang terkasih, apabila anda tidak menerima balasan atas surat-surat pribadi yang akhir-akhir ini telah aku terima, saya harap anda tidaklah kecewa. Sebab sebagian besar dari waktuku sangatlah dibutuhkan untuk memperhatikan banyak orang, karya serta segala urusannya. Kecuali itu beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada anda ada kaitannya bagi hal-hal yang umum. Jadi masing-masing anda tetap akan memetik maknanya.

Pertama-tama, jika terjadi perpindahan secara tiba-tiba di dalam komunitas di Sidney, hendaknya anda tidaklah heran. Dalam kehidupan berkomunitas hal tersebut adalah wajar. Hendaknya kita semua bersiap sedia menerima segala perpindahan yang dibutuhkan oleh pimpinan. Hati Kudus Yesus akan menganugerahkan rahmat penerangan istimewa kepada kita. Dari lain sisi bagi para anggota yang tidak menerima rahmat penerangan tersebut, hendaknya menahan diri & tidak berprasangka/melancarkan tuduhan mengenai segala perbuatan dan sikap pembesar. Hendaknya sebagai seorang religius yang baik, tidaklah menjadi permasalahan untuk tinggal di suatu komunitas manapun juga. Bersikaplah baik dalam menerima apapun  dari overste. Hanya demi kehendak Sang Guru Illahi yang dipandangnya pada segala sesuatu. Hendaknya memandang diri Tuhan pada diri seorang overste siapapun dia. Maka dengan demikian, betapa tinggi taraf ketaatan itu. Betapa sungguh sikap hormatnya. Betapa besar cinta kasih itu dihayati di dalam Komunitas.         Anda dipandang memiliki semangat yang baik. Saya berharap agar andapun dapat mempertahankan nama baik itu dengan menunjukkan sikap hormat terhadap overste baru yang berkehendak baik demi kebaikan anda. Cintailah dia dan jangan sampai terpengaruh untuk menentangnya.

Anak-anakku terkasih, bersatulah erat-erat dengan overste dan ringankan beban tugasnya. Jika demikian sikap anda, pastilah Bunda Surgawi, Bunda Hati Kudus akan memberkati anda. Maka yakinlah bahwa oleh karenanya anda menjadi berkat surgawi atas kongergasi kita yang tercinta ini yang sangat membutuhkannya. Terutama di masa-masa sulit sebagaimana yang kami alami. Anda tidak mungkin dapat membayangkan betapa ganas pengejaran-pengejaran terjadi di Perancis seba gaimana penderitaan yang dialami oleh para religius, baik wanita maupun pria. Namun bagi kami, Tuhan tetaplah maha baik di antara segala macam kesulitan. Hendaknya kita selalu bersyukur kepada-Nya dan hendaklah kitapun banyak berdoa dan mem berikan pemulihan oleh cara kita. Yaitu dengan banyak kali menyambut komuni Kudus dan perwira dalam berkurban. Hendaknya sebanyak mungkin juga berbuat baik di lingkungan anda. Maka dengan demikian anda memberikan penghiburan kepada Hati Kudus Yesus dan Maria.

            Aku memeluk anda sekalian terutama yang muda di antara anda. Yang lain tidak akan menjadi iri bukan? Karena kanak-kanak selalu lebih mendapat perhatian.

  

 TTD

Sr. Marie Louise

 

 

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:

MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 5

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 01 Februari 1899

Anak-anakku terkasih, berhubung saya berhasrat untuk menghubungi anda dalam kebahagiaan yang sempurna, sekurang-kurangnya hal tersebut tercapai di dunia ini. Maka perlulah kiranya suatu saat saya sampaikan juga beberapa petunjuk sederhana. Jika hal ini diperhatikan, anda pasti dapat menerimanya sebagai masukan demi kebahagiaan anda.

            Sejak kedatangan anda di daerah misi tercinta itulah, masing-masing di antara anda akan menyatakan kebenaran atas pesanku sebelum keberangkatan anda. Yaitu bahwa penderitaan badaniah, menurut nilainya, jauh kurang berarti jika dibandingkan dengan penderitaan moral. Untuk lebih memperjelas kata-kataku ini, maka kutegaskan bahwa penderitaan badaniah dan kurban tidaklah seberapa jika dibanding dengan penderitaan yang disebabkan oleh perbedaan watak. Teriknya matahari dan adanya penyakit akan menambah beratnya kesulitan.

            Akan tetapi puteri-puteriku yang terkasih, hanya anda sendirilah yang akan dapat meringankan beratnya tekanan salib tersebut. Masing-masing hendaknya selalu bersedia untuk saling mengalah, serta memandang dirinya sekecil mungkin dalam mengharapkan penghargaan. Masing-masing juga hendaknya menciptakan suasana batin sedemikian hingga tetap menganggap diri yang kecil dan hina. Janganlah memikirkan bahwa diri lebih dari pada orang lain. Sebaliknya bahwa apa yang ada dalam diri orang lain itulah yang baik.  Usahakanlah selalu bersikap penuh cinta seorang terhadap yang lain. Kalian memanglah para suster pada Tuhan Yesus. Maka layaklah untuk hidup benar sesuai dengan artinya.

            Jika selalu demikian, betapa indah dan bahagia kehidupan misi itu terjadi. Maka hendaknya, kesatuan selalu diperjuangkan di antara kalian. Terutama di antara anak didikmu dan waspadalah. Jangan sampai yang seorang mengijinkan sesuatu, sedangkan hal tersebut telah dilarang oleh yang lain. Dalam hal perbedaan ini, anak didik akan peka melihatnya. Sikap yang saling bertentangan itulah mengikis kewibawaan yang seharus nya selalu diciptakan di antara anak didik itu. Maka justru demi alasan terakhirlah maka anda sekalian perlu selalu memperjuangkan kesatuan.

Jagalah dengan saksama anak-anak di waktu mereka tidur, selama mereka berjalan-jalan dan di mana pun. Pada prinsipnya, di sanalah letak tugas dan kuwa- jiban anda. Dengan sendirinya anda diharapkan tidak berbuat yang menyimpang ketika menjalankan tugas di tengah anak-anak. Bukanlah merupakan penghamburan waktu percuma, ketika anda menjalankan tugas sebagai “Malaikat pelindung” bagi anak-anak di antara dunia / masyarakat kecil ini. Sadarlah kiranya bahwa Hati Kudus akan meminta pertanggungjawaban atas anak-anak tersebut. Allahpun akan bersabda kepada anda seperti juga ketika Ia bersabda kepada Kain : “Apakah kiranya yang telah kau lakukan terhadap adikmu Abil?” Lalu seandainya telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bahwa seorang di antara anak-anak itu membuat kesalahan yang seharusnya bisa dicegah oleh kewas- padaan anda, maka jawaban manakah yang akan kita sampaikan kepada Allah?

Hendaklah selalu waspada dan amat berhati-hati atas sikap dan perbuatan anda di antara anak-anak. Maka, betapa banyak pahala yang akan anda terima. Terlebih lagi betapa besar yang akan anda terima dari usaha anda ini demi hari depan dan demi kehidupan kekal. Yaitu apabila anda dengan sempurna memenuhi tugas yang memang tidaklah mudah untuk dilaksanakan ini.

            Maka kini aku ingin menyampaikan kepada anda, semoga anda dianugerahi kesehatan yang baik dan kesalehan sejati. Mengenai hal yang terakhir ini, semoga Bunda Hati Kudus, Santo Yusuf dan Malaikat pelindung anda yang baik, akan membantu anda dalam memperjuangkannya. Selamat jalan anak-anakku yang terkasih.

Yang mengasihi anda dalam Hati Kudus

 

TTD

Sr. Marie Louise

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
« Older Entries Recent Entries »