MENGENANG SR.M. PAULA WARDJINAH PBHK

IMG-20160801-WA0011

 

Sr. M. Paula Wardjinah PBHK lahir di Pakem (Yogyakarta) pada tanggal 16 Agustus 1940 dari pasangan Paulus Sanadi dan Maria Pawit. Sejarah panggilan Sr. Paula tercatat sebagai berikut:

Sr. Paula, masuk postulat di Purworejo pada tanggal 26 Juli 1965. Diterima untuk menjalani masa Novisiat di Purworejo pada tanggal 26 Agustus 1966. Setelah menjalani masa novisiat, Sr. Paula diperkenankan untuk mengikrarkan kaul pertama pada tanggl 02 Juli 1968, bertempat di Purworejo. Menjalani masa yuniorat kurang lebih 7 tahun, Sr. Paula akhirnya mengikrakan kaul kekalnya pada tanggal 02 Juli 1975, acara ini dilaksanakan di Purworejo. 2 moment penting untuk mengenang perjalanan panggilannya, telah dialami oleh Sr. Paula yakni, Pesta perak hidup membiara yang dilaksanakan pada tanggal 02 Juli 1993 dan Pesta Panca Windu pada tanggal 02 Juli 2008, kedua peristiwa ini dilaksanakan di Purworejo..

Kepercayaan dari Kongregasi diterima oleh Sr.Paula dengan penuh sukacita dengan melaksanakan tugas perutusan yang dipercayakan kepadanya. Sr. Paula melaksanakan tugas perutusan menjadi guru di SD Maria Purworejo pada tahun 1968-1969. Sesudah melaksanakan tugas di Purworejo, Sr. Paula dipercayakan untuk mengajar SD Bunda Hati Kudus di Grogol. Tahun 1976-1978, Sr. Paula kembali lagi melaksanakan tugas perutusan di Purworejo dengan menjadi guru SD Maria Purworejo. Ladang Tuhan begitu luas, itulah sebabnya Allah yang penuh cinta itu memanggil lagi Sr. Paula kembali ke Jakarta pada tahun 1978 untuk melaksanakan tugas perutusan menjadi Pimpinan TK Malaikat Pelindung Kramat-Jakarta dan akhirnya pada tahun 2000-sampai sekarang menjalani masa-masa pensiun di Komunitas Kramat.

Profil singkat Sr. Paula PBHK:

Sr. Paula adalah seporang pribadi yang sangat sederhana, sertia dan memiliki iman yang teguh. Cintanya kepada Allah dan sesama sangatlah mendalam. Ketekunannya membangun relasi intim dengan Allah membuahkan kegembiaraan yang terpancar bagi sesama dalam tugas dan kehidupannya sehari-hari. Kepasrahan kepada Allah menjadi kekuatannya dalam menghadapi sakit dan penderitaan yang dialami, tanpa berkeluh kesah namun menerimanya dalam kesederhanaan dan kegembiraan.

Rutinitas tugas yang dimiliki dilaksanakannya dengan tekun dan setia meski dengan segala keterbatasan fisik yang ada. Segala usaha dan perjuangannya untuk melaksanakan tugasnya sehari-hari sungguh membawa berkat  dalam kehidupan berkomunitas. Dalam menghadapi suasana sulit dan sakit, dia tidak pernah mengeluh tapi menerimanya dengan gembira, bahkan sapaan-sapaan hangat  tetap diberikannya kepada siapa saja dijumpainya. Sampai pada saat-saat terakhir mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit Carolus Jakarta, Senin, 25 Juli 2016, Sr. Paula masih melewatinya dengan gembira. Hingga akhirnya Rahmat Allah sungguh cukup baginya. Tuhan memandang dan memperhatikannya dan mengambil  kembali Sr. Paula ke pangkuan-Nya tanggal 31 Juli 2016 pukul 18.45 di Rumah Sakit Carolus Jakarta.

Selamat jalan Sr. Paula, doakanlah kami semua yang masih berziarah di dunia ini….

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments