RENUNGAN HARIAN PATER JULES CHEVALIER

Chevalier 2

27 JANUARI

1863 P. Chevalier pergi ke Orleans untuk konferensi pertama dengan Imam-imam Praja Hati Kudus Orleans.
1933 Dekrit Pujian bagi tarekat suster MSC, dan penyetujuan sementara Konstitusi mereka.

Kaul Ketaatan (3)

• Anggota-anggota tarekat kita boleh dikalahkan oleh para konfraternya dalam hal ilmu pengetahuan, berpantang dalam semangat kemiskinan. Namun dalam hal ketaatan dan saling mencintai mereka hendaknya jangan membiarkan orang lain jadi lebih ulung. Demikianlah mereka sungguh membuktikan diri sebagai putera-putera Hati Kudus Yesus, yang biarpun Ia Allah dan Raja tertinggi, selalu menyerahkan diri dengan kerendahan hati kepada atasan-Nya, dan menjadi taat sampai mati di salib.
• Inilah ketaatan yang tidak benar dan ikhlas, yakni jika seseorang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak superiornya, tetapi sebaliknya jika ia berusaha, langsung atau tidak langsung, membelokkan kemauan superior menjadi sejajar dengan kemauannya sendiri. Bukankah itu menentang kebijaksanaan Ilahi? Bukankah, itu sebenarnya menipu diri?

(Konstitusi MSC 1877, p. 38-39)

JANUARY 27

1863 Father Chevalier visits Orlẻans to start negotiations with the Priests of the Sacred Heart of Orlẻans (F).
1933 Decretum Laudis of the Congregation of the MSC Sisters and approval of their Constitutions for a period of time.

The vow of obedience (3).
Those who enter our Society
may perhaps suffer others to surpass them
in learning, in mortification, in poverty,
however they will not allow themselves
to be outdone by anybody
in obedience and mutual charity.
In that way they will show themselves to be
genuine sons of the most Sacred Heart of Jesus,
who submitted himself with remarkable humility
to all with whom he lived
and became obedient unto death,
even death on a cross,
although he was God and King of Kings.

He is no way possesses this genuine obedience
who far from seeking to conform his will
to his Superior’s
tries, on the contrary,
either directly or indirectly,
to bring the Superior to will what he wills;
this is to invert the order of divine Wsidom
and to delude oneself.

(Constitutionses MSC 1877, Chap. V. art.3, nn.7ƒ;
Formula Instituti Par. IV. III, n. 4ƒ)

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments