RENUNGAN HARIAN PATER JULES CHEVALIER

Chevalier 2

13 JUNI

1891 Roma: Kongregasi para Uskup dan biarawan mengeluarkan dekrit mengenai “Sanationes” (pemulihan hal yang belum sah). Ia juga memerintahkan bahwa para asisten umum harus berdomisili bersama dengan general. Begitu P. Jouet tidak lagi asisten, namun tetap Prokurator Umum.
1895 Visitasi biara Roma oleh P. Chevalier beserta P. Piperon dan P. Lanctin. Audiensi pada Paus Leo XIII.
1946 Vikariat Papuasia dibagikan atas Vikariat Port Moresby dan Prefektur Samarai. Pater A. Sorin MSC menjadi Vikaris Port Moresby dan Administrator Samarai.

Hati Yesus Sebagai Sentrum

Yesus adalah ciptaan yang memberikan diri-Nya total kepada Allah. Gaya tarik-Nya dan puncak cita-cita-Nya adalah Allah. Persatuan Yesus dengan Allah, bukankah dengan istimewa terwujud dalam hati-Nya yang kudus.
Hati Allah menyerbu ke dalam ciptaan, terdorong oleh tarikan cinta kasih. Hati ciptaan menanjak menuju Allah oleh gaya tarik yang tak terlawan.
Dalam Yesus kedua hal itu terpadu, dipersatukan demikian erat sehingga dua hati menjadi satu. Hati yang satu itu adalah buah perjumpaan antara surge dengan bumi.
Inilah kecambah yang dinubuatkan para nabi. Langit memberikan dirinya laksana embun, awan-awan menurunkan hujannya maka tanah itu menumbuhkan tunas itu dari kolongnya. Seluruh ciptaan menuju pada satu tujuan, harus menghasilkan satu buah. Hasil buah yang dirindukan itu adalah hati-Mu, ya Yesus.

(SC, p. 96)

DAILY READING
June 13

1891 Rome: The Congregation of Bishops and Regulars issues a decree regarding the ‘sanationes’. It prescribes also that the general assistants must reside with the general; Father Jouë, therefore, is no longer assistant but remains General Procurator.
1895 Canonical visitations of the MSC House in Rome by Father Chevalier, accompanied by Fathers Piperon and Lanctin. They have also an audience with Pope Leo XIII.
1946 The Vicariate of Papua is divided into the Vicariate of Port Moresby ant the Prefecture of Samarai. Father A. Sorin (F) is appointed Vicar of Port Moresby and Administrator Prefect of Samarai.

The central place of the Heart of Christ

In Jesus creation gives itself to God totally;
it loses itself in God,
its supreme rapture and aspiration.
And doesn’t this union of love
take place above all in the Sacred Heart?
The Heart of God hastens down to his creation,
borne by the weight of an infinite love,
and the heart of creation rises towards God,
drawn by an attraction that dominates all others.
It is in Jesus that these two hearts meet,
and they unite so profoundly
that the two hearts become one,
and this single Heart
is the fruit both of heaven and of earth:
“See the sprout of which the Prophets spoke!
The heavens have given it like dew,
the clouds have poured it out like rain,
and the earth has seen it spring from within it.
Creation has a purpose, it has one fruit to produce:
it is your Heart, my Jesus!” (Mgr. Baudry)
(SC, p. 76)

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments