SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

 SURAT NO. 8

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

31 Desember 1904

Anak-anakku terkasih, kuucapkan selamat tahun baru. Walau banyak pekerjaan namun aku akan membalas surat-surat anda. Terimakasih atas doa anda. Kami memang sangat membutuhkan terlebih pada masa-masa sulit dan pengejaran. Marilah kita banyak-banyak saling men-doakan. Doa, sambut komuni dan pembaktian pada Bunda kita akan lebih menguatkan dalam pengabdian kita kepada Sang Guru Yang Baik. Kamipun senantiasa didampinginya, supaya dengan sempurna kita dapat  melaksanakan tugas-tugas kita.

            Allah kita yang maha baik, seakan meluluh lantakkan pohon religius kita sedemikian oleh pengejaran. Maksudnya adalah, agar “buah yang terlampau masak atau yang pesakitan” berjatuhan. Yang dikehendaki hanyalah Religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Jadi bukanlah Religius yang setengah-setengah, yang penuh cinta diri, terlalu berperasaan dan mudah ter-singgung dan selalu seperti anak-anak. Tidak sesuatupun diperuntukkan bagi sesamanya, selalu mencari-cari kemungkinan untuk hidup enak di dalam biaranya, melebihi rumahnya semula. Tanpa kehendak untuk mengurbankan diri dalam sesuatu dan hanya selalu berjuang untuk kehendaknya.

            Hal-hal tersebut sangatlah memuakkan-Nya dan akan dihukum-Nya pula. Memang jika anda ingin menjadi pengantin-pengantin-Nya yang setia dan Para Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, maka kita ikuti jejak-jejak mereka. yaitu religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Hendaknya kita tiru mereka dalam kemis-kinan, kerendahan hati, ketaatan, penyangkalan diri, cinta kasih dan suka berkorban.

            Hendaklah rela berkorban dan bersemangat ber-juang untuk mencapai tempat yang sudah disediakan dalam kehidupan abadi. Untuk mencapainya tidak ada jalan lain kecuali dengan menjalankan kewajiban dalam ketaatan. Marilah kita melaksanakan tugas dengan kerelaan hati. Ingatlah bahwa tahun 1905 adalah tahun penghormatan bagi Hati Kudus Yesus dan Bunda Hati Kudus. Sang Guru Illahi telah mengaruniakan rahmat-Nya dan melindungi panggilan suci kita. Agar kita boleh mempersembahkan hiburan dan silih kepada-Nya oleh keperwiraan kita.

            Itulah saja yang saya harapkan anak-anakku terkasih. Perjuangkanlah itu semua. Maka semua akan berjalan dengan sendirinya. Marilah kita serahkan kepada pendampingan Allah dan Bunda Hati Kudus.

            Saya merangkul anda dengan cinta kebundaan dalam Hati Kudus Yesus.

 

TTD

Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments