SURAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

???????????????????????????????

SURAT NO. 9

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 31 Agustus 1905

Berhubung anda telah menulis surat kepadaku dalam bahasa Perancis yang bagus itu, maka tak ada salahnya aku membalas dengan bahasa yang sama, yang bagikupun lebih mudah pula. Jika aku masih muda seperti anda semua, pasti akupun bersedia mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam. Namun itu sudah terlambat bagiku. Aku harus menerima pengetahuan yang aku miliki. Daya ingatan kalian yang baik hendaknya digunakan sebaik mungkin untuk memahami bahasa Perancis sampai mendalam. Karena di manapun kalian berada, bahasa tersebut akan menguntungkan anda. Syukurlah Sr. M. Sebastian bersedia membantu anda untuk menterjemahkan surat itu ke dalam bahasa Perancis dengan baik. Juga Muder M. Jeanet pasti akan membantu menterjemahkan surat ini. Saya percayakan atas kebaikan di antara kalian yang akan bersedia menterjemahkan surat ini ke dalam bahasa Inggris. Kemudian mengirimkannya kepada para Suster di Botany Bowral, Berma, Boravile dan Mathuina.

            Berhubung anda sekalian menyampaikan harapan secara rukun bersama-sama, maka ada bagusnya bagiku untuk  menyampaikan rasa terimakasihku kepada anda kalian secara umum pula. Sungguh amat baiklah saling rukun menyatakan perbuatan kasih. Maka itulah hiburan bagiku, karena menyadari bahwa kalian sungguh bersatu, sehati sejiwa dalam Hati Kudus Yesus dan Maria. Pandang lah pula perhatian yang lembut dari Penyelenggaraan Illahi.

            Surat anda saya terima hari ini, bertepatan berkumpulnya para Suster dari Thuin dan Tongre pada hari pestaku. Mereka tidak bisa merayakannya pada minggu yang lalu. Dengan demikian sampailah harapan-harapan baik dari anak-anakku yang baik dari Australia. Bersamaan dengan putri-putri terkasih dari Belgia yang sangat menyenangkan hatiku. Di sinilah berkumpul banyak Suster pada sore hari yang sangat meng-gembirakan dengan menyaksikan semangat kegembiraan dan suasana senang dalam pergaulan persaudaraan di antara para Suster kita. Betapa baik dan senangnya hidup bersama sebagai saudara.

            Semoga semangat inilah bagi anda yang senantiasa diperjuangkan. Jika anda berharap menjadi pengantin Yesus dengan setia dan menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang sejati. Maka berkat surgawi akan turun atas Kongergasi kita yang tercinta, yang wajib anda cintai sebagai Bunda.

            Semoga para Overste tetap berbaik hati dan kuat dalam kehendak. Sedangkan para Suster  diharapkan juga selalu bertaat dan berbakti secara pasrah. Hendaknya masing-masing dan bersama menjalankan segala dalam semangat silih dalam persatuan dengan Yesus dan Maria.

            Saya sangat senang sekali membaca keistimewaan-keistimewaan yang ditulis oleh Sr. M. Bertran mengenai berdirinya lembaga di Matinna. Saya sampaikan banyak terimakasih. Betapa pula besar terimakasih kita atas perlindungan yang mengagumkan dan kami terima dari Bunda Hati Kudus dan St. Yusuf yang dengan nyata kami saksikan di manapun. Demikian juga dengan para jiwa di api penyucian yang ada dalam perlindungan mereka. Maka kitapun wajib meringankan derita mereka. Jika kalian persoalkan tentang pengejaran yang sedang terjadi, tentang perampasan Basilik kita yang tersayang, beserta rumah para Pater dan biara kita. Namun bersyukurlah, kita selalu berada di dalam perlindungan tangan Tuhan Yesus dan Maria. Tuhan Yesus dan Marialah yang melepaskan kita dari bahaya. Seluruh kepercayaan kita tercurah kepada mereka.

            Di Belgia ini, kita mendapatkan nafkah atas dasar jerih payah dan seluruh keringat kita. Namun kita tidak pernah berkeluh kesah. Kemiskinan suci harus dipilih mengatasi segala yang berlebihan, dan karya harus melebihi kemalasan.

            Hendaklah kita bekerja dengan perwira, di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan kita yang maha baik. Maka sampai kekal kami akan merasa tenteram. Meskipun kita masih jauh dari kerajaan-Nya, kita tidak akan dirugikan dalam hal paling kita butuhkan. Sebagaimana telah diceritakannya, maka oleh St Yusuf diperjuangkan melebihi yang kita minta. Oleh karena itu hendaklah kita menghayati hidup pasrah. Yang lebih dahulu dicari adalah Kerajaan Allah beserta segala unsur yang baik. Maka yang lain-lain akan ditambahkan-Nya kepada kami. Semoga yang kami cita-citakan ialah menghayati hidup untuk Tuhan Yesus di dalam Sakramen Maha Kudus, seturut teladan St Perawan Maria tak Bernoda. Tanpa takut menghadapi segala macam korban dalam usaha kami untuk memperjuangkan jiwa-jiwa demi Dia. Ya demi setiap jiwa sejauh itu memungkinkan.

            Selamat jalan anak-anakku terkasih. Saya sampaikan harapan-harapan baik dari para Suster di Eropa. Dan mohon didoakan bagi mereka dan bagiku. Sungguh ini kami butuhkan. Anda semua kami rangkul dalam cinta kebundaan.

TTD Sr. Marie Louise

Pengunjung FDNSC suka share di sosmed berikut:
FacebookTwitterGoogle+LinkedInTumblrPinterestMySpaceShare

Comments

comments

Powered by Facebook Comments